Senin, 30 Maret 2026

Jalan Penghubung Maros–Bone ke Soppeng Rusak Parah di Lappa Riaja–Lamuru, Warga Soroti Minimnya Perhatian Pemkab Bone

Titik rusak jalan yang ada di wilayah Kabupaten Bone

Watampone, TrenNews.id – Kondisi jalan penghubung poros Maros–Bone menuju Kabupaten Soppeng di wilayah Kecamatan Lappa Riaja hingga Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kian memprihatinkan. Ruas jalan kabupaten yang menjadi akses vital masyarakat itu mengalami kerusakan parah di berbagai titik dan dinilai jauh dari standar kelayakan.

Pantauan TrenNews.id di lapangan memperlihatkan aspal jalan terkelupas, lubang besar menganga, serta permukaan jalan yang tidak rata. Saat hujan, sejumlah titik berubah menjadi kubangan yang membahayakan pengendara. Pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, terpaksa memperlambat laju kendaraan bahkan harus mencari jalur alternatif untuk menghindari kecelakaan.

Kondisi ini kontras dengan jalan provinsi di jalur utama Maros–Bone yang terlihat mulus dan terawat. Perbedaan tersebut memicu sorotan warga terhadap kesenjangan perhatian pembangunan infrastruktur antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Warga di Kecamatan Lappa Riaja dan Lamuru mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan signifikan. Padahal, jalur tersebut memiliki peran penting sebagai penghubung aktivitas ekonomi, termasuk distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga antarwilayah hingga ke Kabupaten Soppeng.

“Ini jalan penting, bukan jalan kecil. Setiap hari dilalui masyarakat dan kendaraan pengangkut hasil kebun. Tapi kondisinya seperti tidak pernah diperhatikan,” ujar salah satu warga.

Berdasarkan hasil penelusuran, ruas jalan tersebut masih berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bone. Namun hingga kini, belum terlihat adanya penanganan serius yang mampu memperbaiki kerusakan secara menyeluruh.

Situasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah karena letaknya berada di wilayah perbatasan kecamatan dan cenderung di bagian “ujung” Kabupaten Bone sehingga luput dari perhatian, atau memang belum menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah?

Pengamat kebijakan publik menilai, jalan penghubung seperti ini justru memiliki nilai strategis karena menopang konektivitas antarwilayah dan mendukung perekonomian masyarakat desa. Ketimpangan penanganan infrastruktur dapat berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal dan keselamatan pengguna jalan.

“Jangan sampai ada kesan pembangunan hanya terpusat di wilayah tertentu. Jalan di Lappa Riaja dan Lamuru ini jelas penting dan harus mendapat perhatian yang sama,” ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bone segera mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan darurat maupun peningkatan kualitas jalan secara permanen.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait di Pemkab Bone mengenai rencana penanganan ruas jalan tersebut. (An)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini