Selasa, 5 Mei 2026

Agar Nyaman Didik Siswa, Ahmad Akbar Bahas Perlindungan Guru Bersama Kajari Aceh Singkil

Ahmad Akbar saat bertamu ke kantor Kajari Aceh Singkil, Muhammad Junaidi.

Aceh Singkil, TrenNews.id – Persaingan menuju kursi Ketua PGRI Aceh Singkil kian dekat. Jelang Konferensi Daerah (Konferda) PGRI ke – XXIII di Aceh Singkil, salah seorang kandidat calon ketua, Ahmad Akbar menyempatkan diri menyambangi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil, Muhammad Junaidi di kantornya.

Di tengah pertarungan tiga kandidat calon ketua PGRI Aceh Singkil yang kian ketat, langkah Ahmad Akbar bertemu langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil itu mampu menyita perhatian.

Dari foto yang beredar, keduanya tampak duduk santai dan berbincang hangat di balik meja kerja, menghadirkan kesan kedekatan yang tak biasa. Momen tersebut dengan cepat menyebar di kalangan internal organisasi guru dan menjadi bahan perbincangan.

Kedatangan Ahmad Akbar diruang kerja Kajari itu bukan sekadar bertamu biasa, perlindungan guru dalam mendidik siswa menjadi salah satu bahan diskusi pada pertemuan itu.

Di tengah kontestasi memperebutkan kursi ketua PGRI Aceh Singkil, setiap gerak kandidat kini dibaca sebagai sinyal. Apalagi ketika komunikasi dilakukan dengan figur strategis di daerah.

Banyak pihak menilai, kehadiran Ahmad Akbar di ruang Kajari Aceh Singkil itu lantaran adanya indikasi komunikasi yang lebih dalam, baik dalam konteks motivasi, perspektif kepemimpinan, hingga kemungkinan dukungan moral.

Sejumlah pihak bahkan menilai adanya hubungan baik antara Ahmad Akbar dan Kajari Aceh Singkil yang selama ini tak pernah terpublish.

“Kalau sudah diterima langsung di ruang kerja, biasanya itu tamu penting. Bisa jadi ada kedekatan atau minimal komunikasi yang sudah terbangun baik,” ujar salah satu sumber yang mengikuti dinamika Konferda.

Spekulasi pun menguat, sebagian kalangan melihat langkah ini sebagai manuver cerdas Ahmad Akbar dalam memperluas jejaring dan menunjukkan kapasitasnya membangun komunikasi lintas sektor, termasuk dengan unsur pimpinan daerah.

Dalam kontestasi organisasi seperti PGRI, kemampuan membangun relasi sering kali menjadi faktor penentu, tak kalah penting dari gagasan program.

Ahmad Akbar sendiri dikenal sebagai kandidat yang membawa narasi perubahan di tubuh PGRI Aceh Singkil. Ia disebut mendorong pembenahan internal organisasi, memperkuat posisi tawar guru dalam kebijakan daerah, serta membuka ruang komunikasi yang lebih inklusif dengan berbagai pihak.

Pertemuan dengan Kajari pun dinilai sebagian pihak sebagai bagian dari upaya memperkaya sudut pandang kepemimpinan. Sosok Muhammad Junaidi dianggap memiliki pengalaman dalam menjaga integritas dan kepemimpinan institusi yang dinilai relevan bagi siapa pun yang ingin memimpin organisasi besar seperti PGRI.

Ahmad Akbar Ketika dihubungi menyampaikan, kedatangannya ke kantor Kajari Aceh Singkil tidak lebih dari silaturahmi antara adek dengan abangnya, ditengah itu kami banyak diskusi tentang perlindungan hukum bagi guru ketika mendidik siswa.

Karena hari ini, kata Akbar, banyak sekali guru yang bermasalah dengan hukum Ketika mendidik siswa, sehingga kami memandang perlu melakukan komunikasi yang intensif dengan berbagai pihak khusus nya Aparat Penegak Hukum (APH), ini merupakan salah satu upaya agar guru merasa nyaman dan aman dalam mendidik siswa.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada pak Kajari Aceh Singkil, banyak sekali masukan yang sangat konstruktif dari beliau tentang kepemimpinan yang berintegritas dan Pendidikan secara umum. Beliau berpandangan bahwa Aceh Singkil memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan, khususnya bidang Pendidikan,” sebut Ahmad Akbar, Selasa (5/5/2026).

Pewarta : Arman Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini