Konferda PGRI Dibanjiri Interupsi, Laporan Pengurus Sebelumnya Dipertanyakan
Aceh Singkil, TrenNews.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Singkil menggelar Konferensi Daerah (Konferda) ke XXIII yang bertempat di Aula Makodim 0109 Aceh Singkil pada Sabtu 9 Mei 2026 lalu.
Konferensi pemilihan ketua PGRI tingkat kabupaten itu berjalan penuh dengan dinamika. Salah satu dinamika mulai terlihat saat pengunduran diri salah satu calon ketua PGRI Indra Ardi yang sebelumnya masuk kedalam bursa calon. Pengunduran diri Indra Ardi tersebut menyisakan pertarungan dua calon, yaitu Ahmad Akbar dan Zainal Abidin Simatupang.
Meski seluruh tahapan pemilihan berakhir lancar, namun konferensi sempat diwarnai hujan interupsi dari peserta. Laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya juga menjadi salah satu poin yang dikritik tajam oleh peserta konferensi.
Salah seorang peserta dalam forum konferensi mempertanyakan kinerja pengurus organisasi periode sebelumnya yang dinilai belum maksimal.
Ia menyoroti tidak adanya rapat komisi dalam konferensi yang menurutnya berdampak pada minimnya rekomendasi organisasi, program kerja, hingga kebijakan pendidikan yang dihasilkan PGRI.
“Kami mohon kepada pimpinan sidang agar hal ini dicermati. Kami tidak memaksakan, tetapi ini bagian dari tanggung jawab organisasi,” ungkap salah seorang peserta dalam forum sidang.
Kritik itu memunculkan perdebatan di dalam forum. Sejumlah peserta meminta agar mekanisme organisasi dijalankan sesuai aturan agar hasil konferensi memiliki legitimasi kuat.
Selain mempertanyakan laporan pertanggungjawaban, peserta juga meminta pimpinan sidang membacakan AD/ART organisasi terkait syarat pencalonan Ketua PGRI.
Permintaan tersebut disampaikan agar proses pemilihan berjalan transparan dan sesuai aturan organisasi.
Situasi forum sempat memanas ketika beberapa peserta memberikan pandangan berbeda mengenai mekanisme sidang dan tahapan pemilihan.
Namun pimpinan sidang akhirnya mengendalikan jalannya forum sehingga konferensi tetap berjalan hingga seluruh tahapan selesai dilaksanakan.
Dinamika yang terjadi dalam konferensi itu dinilai menjadi gambaran meningkatnya perhatian anggota terhadap tata kelola organisasi dan arah perjuangan PGRI di Aceh Singkil.
Kendati akhirnya konferensi dapat berjalan hingga selesai, namun sejumlah peserta forum masih menunggu jawaban secara rinci dari sejumlah kritik yang disampaikan. Terutama terhadap laporan pertanggung jawaban pengurus PGRI sebelumnya.
Pewarta : Arman Munthe


Tinggalkan Balasan