Minggu, 12 April 2026

Polres Buton Resmi Buka Pelatihan Penjamah Makanan, Perkuat Layanan Gizi di Siompu

Foto Relawan SPPG Siompu Bersama Kapolres Buton

Busel, TrenNews.id – Komitmen meningkatkan kualitas layanan gizi masyarakat terus diperkuat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, resmi menggelar pelatihan penjamah makanan bagi relawan SPPG Polres Buton, yang berlangsung di Aula Batuawu, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan standar keamanan dan kualitas makanan bagi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah kepulauan seperti Siompu.

Pelatihan tersebut dihadiri sejumlah pihak penting, di antaranya Koordinator SPPG Buton Selatan, Kepala Kantor SPPI, perwakilan Badan POM Kota Baubau, Dinas Kesehatan Buton Selatan, Kapolres Buton bersama jajaran Polsek Siompu, serta Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari.

Koordinator Wilayah Buton Selatan, Kasim, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sembilan SPPG atau dapur MBG di wilayah Buton Selatan.
Dari jumlah tersebut, tujuh sudah beroperasi, sementara dua lainnya SPPG Siompu dan SPPG Siompu Barat—masih dalam tahap persiapan operasional.

“Jika mulai beroperasi, SPPG Siompu akan menjadi yang pertama di wilayah kepulauan Siompu yang berani menjalankan layanan ini,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa SPPG Siompu melibatkan 51 personel, terdiri dari 46 relawan dan lima staf. Program ini ditargetkan menjangkau 2.332 penerima manfaat secara bertahap, menyesuaikan kondisi di lapangan.

Sementara itu, Kepala Kantor SPPI Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, Mulyadi, mengaku bangga atas inisiatif tersebut. Ia menyebut kehadiran SPPG di Siompu memiliki makna emosional karena merupakan daerah asalnya.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus upaya nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Kehadiran SPPG Polres Buton di sini menjadi langkah awal yang sangat penting,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik dalam menjalankan program SPPG. Ia meminta seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, serta alur koordinasi secara jelas.

“Administrasi harus tertib, SOP harus dijalankan dengan baik, dan setiap personel harus paham perannya masing-masing. Jangan sampai ada yang bekerja tanpa arah atau mengabaikan tanggung jawab,” tegasnya.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas relawan dalam pengolahan makanan yang higienis dan sesuai standar, sehingga program pemenuhan gizi dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Buton Selatan, khususnya di Kecamatan Siompu. (Nandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini