Legislator NasDem Bantaeng Soroti Pelajar Kena Narkoba, Minta Tes Urine Seluruh Sekolah
Bantaeng, TrenNews.id – Maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mulai menyasar pelajar.
Fenomena ini mendapat sorotan dari anggota DPRD Bantaeng, Hasriani. Ia menyayangkan masih banyak generasi muda yang terjerumus barang haram tersebut.
“Seluruh jajaran penegak hukum mewakili seluruh keresahan orang tua siswa apalagi berjenis kelamin laki-laki, belakang ini sering saya menerima laporan anonim jika pengedar narkotik jenis sabu merambah ke lingkungan sekolah SMP-SMA di Bantaeng,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Tenri sapaan akrabnya menilai jalur masuk narkoba kini tak hanya melalui metode konvensional. Karena itu, ia menekankan perlunya pengawasan ketat, baik dari orang tua maupun lembaga resmi.
“Sabu-sabu ini yang dapat menghancurkan masa depan anak-anak kami dan anak-anak seluruh negeri,” jelas Tenri.
Politikus NasDem ini menegaskan pentingnya pendampingan orang tua. Ia pun menilai upaya negara melalui Polri dan BNN harus diperkuat untuk memutus mata rantai peredaran, termasuk yang menyasar sekolah.
“Kami mohon agar segera di tindak lanjuti. Meskipun memang, memusnahkan pengedar narkoba tidak mudah,” ungkapnya.
Ia pun menyinggung pola penyebaran narkoba yang kini semakin masif. Karena itu, ia meminta BNN Sulsel memperkuat kolaborasi dengan kepolisian setempat.
“Kalau perlu BNN menggelar edukasi ke seluruh sekolah. Karena pengguna kebanyakan justru usia SMP dan SMA,” tegasnya.
Menurutnya, tanpa pengawasan ketat, generasi muda akan mudah terpengaruh ajakan melalui media sosial (medsos). Tenri pun menyebut medsos menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan jaringan pengedar.
“Anak-anak hari ini sudah memegang handphone sejak kecil. Negara tidak mungkin membatasi teknologi, jadi peran orang tua sangat penting,” tuturnya.
Olehnya itu, Hasriani pun meminta kepada pihak terkait agar melakukan tes urine kepada seluruh siswa SMP dan SMA. Langkah tersebut dinilai efektif dalam memutus mata rantai peredaran sabu.
“Uang jajan yang kami berikan hanya sebatas untuk bayar biaya angkutan umum selama ada MBG, tapi jika anak-anak ini sudah kecanduan maka jangankan uang barang dalam rumah pun bisa habis mereka jual tanpa kami sadari,” tandasnya. (Ridwan)


Tinggalkan Balasan