Rektor Universitas Alwashliyah Medan Jadi Narasumber Focus Group Discussion UINSU
Medan, TrenNews.id — Rektor Universitas Alwashliyah Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., memaparkan materi krusial mengenai sejarah, etika kepemimpinan akademis, serta pentingnya menjaga independensi dan marwah senat dalam memberikan pertimbangan objektif demi kemajuan institusi pendidikan tinggi.
Penjelasan tersebut disampaikan Prof. Saiful Akhyar saat hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara di TravelBiz Hotel, Jalan Sutrisno, Medan, Kamis (22/10/2026).
Acara strategis bertajuk “Memperkuat Fungsi Pengawasan dan Pertimbangan dalam Tata Kelola Perguruan Tinggi” ini dihadiri oleh jajaran pimpinan serta anggota Senat UINSU Medan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag.
Dalam sambutannya, Prof. Nurhayati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Senat UINSU. Ia menekankan bahwa hubungan sinergis, konstruktif, dan harmonis antara jajaran rektorat dan senat merupakan kunci utama dalam mewujudkan UINSU sebagai perguruan tinggi berkelas dunia (World Class University).
Dalam pemaparannya, Prof. Saiful Akhyar menegaskan bahwa senat tidak boleh hanya menjadi lembaga formalitas, melainkan harus tampil sebagai motor penggerak utama pengawasan akademik dan pengawal kebijakan kampus.
“Senat universitas memegang peranan krusial sebagai jangkar moral sekaligus pengawas kebijakan strategis di kampus. Tata kelola perguruan tinggi yang sehat tidak akan tercapai tanpa adanya fungsi pengawasan dan pertimbangan yang objektif, kritis, serta konstruktif dari senat terhadap pimpinan institusi,” ujar Prof. Saiful Akhyar.
Ia menambahkan, tantangan pendidikan tinggi modern—mulai dari akreditasi internasional, digitalisasi pembelajaran, hingga akuntabilitas tata kelola keuangan—menuntut penyeimbang yang kuat melalui fungsi pengawasan senat agar kebijakan rektorat tetap berada di koridor regulasi.
“Penguatan fungsi senat bukan berarti mencari-cari kesalahan, melainkan bentuk kemitraan strategis dengan pimpinan universitas untuk memastikan setiap keputusan berdampak positif bagi mutu lulusan, kesejahteraan sivitas akademika, dan marwah institusi,” tegasnya.
Diskusi interaktif ini membahas regulasi internal, formulasi peran pengawasan, serta solusi tantangan tata kelola kampus. Melalui FGD ini, Senat UINSU diharapkan melahirkan rekomendasi konkret untuk memperkuat tata kelola kampus menuju center of excellence yang adaptif dan berdaya saing global.



Tinggalkan Balasan