Muara PPI Dangkal, Perencanaan Kolam Labuh Dipertanyakan
ACEH SINGKIL, TrenNews.id – Sangat ironis. Muara Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Anak Laut yang dangkal hingga membuat perahu nelayan karam tak kunjung dikeruk selama lima tahun. Pemerintah Provinsi Aceh justru menganggarkan dana untuk perencanaan pengerukan kolam labuh di tahun 2026.
Fakta itu terungkap dari dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh. Di saat nelayan butuh pengerukan nyata di muara, anggaran yang ada hanya untuk kajian di atas kertas.
“Muara yang bikin perahu kami karam tidak disentuh. Malah yang dianggarkan perencanaan kolam labuh. Nelayan butuh alat berat masuk ke muara, bukan tumpukan kertas perencanaan,” kecam Ketua Gerakan Aliansi Nelayan Aceh Singkil (GANAS), Rahmi Nasir, Sabtu (10/10/2026).
Menurut GANAS, logika anggaran DKP Aceh terbalik. Muara adalah pintu keluar-masuk utama. Jika muara buntu, pengerukan kolam labuh di dalam juga percuma karena perahu tetap tidak bisa keluar.
“Ini seperti memperbaiki kamar tidur, padahal pintu depan rumahnya tertimbun tanah. Percuma,” sindir Rahmi.
Data GANAS, kedalaman muara PPI Anak Laut kini hanya 50-70 cm saat air surut. Padahal untuk dilalui perahu nelayan secara aman dibutuhkan kedalaman minimal 1,5 meter.
Selama lima tahun sejak 2021 dikelola provinsi, belum ada satu kubik pasir pun yang dikeruk dari muara tersebut. Nelayan terpaksa menunggu 4-6 jam hingga pasang naik, bahkan harus mendorong perahu di lumpur.
GANAS mendesak Gubernur Aceh mengevaluasi total perencanaan DKP Aceh. Hentikan dulu anggaran perencanaan kolam labuh dan alihkan untuk pengerukan darurat muara.
“Jangan lagi nelayan disuruh makan kertas perencanaan. Kami butuh muara dikeruk sekarang juga,” tegasnya.
Pewarta : Arman Munthe



Tinggalkan Balasan