Minggu, 25 Februari 2024

Rumah Seorang Janda Di Labuan Bajo Butuh Bantuan Pemerintah

Rumah ibu Nur Kampung Loger Golokuang,Desa Bari, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur

LABUAN BAJO TRENNEWS.ID I Kisah pilu seorang janda bernama Nur(52) asal Kampung Loger Golokuang,Desa Bari, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Dirinya harus menanggung nasib hidupnya seorang diri juga harus tinggal di sebuah gubuk yang reot.

Ditemui awak media pada Sabtu (27/01/2024) kondisi rumah Nur memang sangat memprihatikan dan tak layak di huni.

Bagaimana tidak, rumah yang terbuat dari anyaman bambu dan beratapkan daun kelapa tersebut sudah terlihat lapuk karena termakan usia. Namun, Nur tetap tinggal disitu walaupun disaat hujan atapnya sering bocor.

Nur mengisahkan bahwa dirinya hidup sebatang kara dirumahnya semenjak bercerai dengan suaminya dari Surabaya dan memiliki satu orang anak.Namun, saat ini anak sudah bersuami dan tinggal di Surabaya.

Saat itulah, Nur mengambil keputusan untuk merantau menjadi seorang TKW di Hongkong. Namun, yang menyedihkan dirinya selama bekerja di Hongkong, upahnya tak bayar oleh majikan.

Oleh karena itu, dirinya kembali ke kampung halamannya di Bari dan ia tinggal di sebuah Gubuk yang reot milik saudaranya.

“Sudah dua tahun saya tinggal disini, pak. Iya, memang khawatir, karena takut ambruk bangunan rumahnya. Tapi, mau bagaimana lagi, tidak ada rumah lagi selain di sini,” kata Nur dengan mata berkaca-kaca.

Keterbatasan ekonomi memang menjadi salah satu faktor penyebab seperti yang di alami Nur. Ia harus rela tinggal di rumah reot.

Nur tidak putus asa untuk menghidupi kehidupan yang dialaminya dengan menanam sayur di sekeliling rumahnya untuk dijual. Selain itu, ia menjadi pekerja harian diperkebunan orang.

Perjalanan hidup yang di alami Nur saat ini hanya bisa pasrah pada keadaan dan berharap ada bantuan dari pemerintah maupun orang dermawan untuk membantunya agar bisa tinggal di rumah yang palinya aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini