Universitas Alwashliyah Medan Mengutus Fungsionaris Mengikuti MARKOBAR-84 UINSU
Medan, TrenNews.id — Rektor Universitas Alwashliyah Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., secara resmi menugaskan jajaran civitas akademika Universitas Alwashliyah Medan untuk menghadiri dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Majelis Akademik Rutin & Kongkow Berbasis Riset (MARKOBAR-84). Acara diskusi berkala tersebut digelar pada Rabu (28/10/2026) pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Halaman Koperasi UINSU Kampus II, Jalan William Iskandar Pasar V, Medan Estate.
Penugasan ini menjadi bukti nyata komitmen pimpinan Universitas Alwashliyah Medan dalam mendorong tradisi literasi, riset, serta pengembangan keilmuan multidisiplin di lingkungan perguruan tinggi. Adapun jajaran akademisi yang diutus untuk mewakili universitas dalam forum ilmiah tersebut terdiri dari Dekan Fakultas Teknik, Dr. Hotni Sari Harahap, M.Pd.; Kaprodi Ekonomi Syariah, Dr. Dewi Sundari, M.E.; perwakilan UPM Fakultas Agama Islam, Dr. Khairul Anwar, M.Pd.; Kabag Kemahasiswaan dan Alumni, Zuhri Arif, S.H., M.H.; serta Ketua Lembaga Dakwah Univa Medan, Dahrul, M.Pd.I.
Pada edisi ke-84 ini, MARKOBAR mengusung tema yang dinilai sangat menarik dan relevan dengan dinamika psikologis masyarakat modern, yakni “From Solitary Fishing to Healing: Mengungkap Pengalaman yang Tak Terkatakan”. Tema ini mengajak para peserta dan ilmuwan dari berbagai latar belakang untuk mendalami fenomena kesendirian, proses pemulihan jiwa (healing), serta cara mendokumentasikannya melalui pendekatan berbasis riset empiris dan pengalaman personal.
Kehadiran perwakilan Universitas Alwashliyah Medan dalam forum tersebut memberikan warna tersendiri. Dahrul, M.Pd.I., selaku Ketua Lembaga Dakwah Univa Medan yang menjadi salah satu penerima mandat, memberikan komentar positif dan mengapresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan intelektual ini. Menurutnya, forum seperti MARKOBAR mampu menjembatani pemikiran akademis yang kaku menjadi diskusi ruang terbuka yang inklusif dan solutif.
“Kami menyambut baik penugasan dari Rektor Univa Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., untuk hadir di MARKOBAR-84 ini. Topik yang diangkat sangat hangat dan menyentuh sisi kedalaman pengalaman manusia yang jarang tersentuh dalam ruang kuliah formal. Forum kongkow berbasis riset seperti ini membuktikan bahwa diskusi ilmiah tidak harus selalu kaku, melainkan bisa dikemas secara rileks di ruang terbuka namun tetap berbobot,” ujar Dahrul di sela-sela kegiatan.
Zuhri Arif menambahkan bahwa pendekatan multidisiplin yang dihadirkan dalam tema healing ini dapat dipandang dari berbagai kacamata, mulai dari sains, sosial ekonomi, hingga spritual dakwah. Menurutnya, pengalaman menyendiri (solitary) yang dialami seseorang sering kali menyimpan potensi pemulihan diri jika dikelola dengan pendekatan yang tepat.
“Kegiatan ini sangat positif dan membangun iklim akademik yang segar di Kota Medan. Harapannya, tradisi diskusi kolaboratif antar-kampus ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi kita semua untuk melahirkan gagasan-gagasan riset baru yang bermanfaat langsung bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
Melalui keikutsertaan para pejabat dan perwakilan civitas akademika ini, Universitas Alwashliyah Medan berharap sinergi keilmuan antar-perguruan tinggi di Sumatera Utara dapat terus terjalin erat demi mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, komunikatif, dan responsif terhadap isu-isu sosial kontemporer.



Tinggalkan Balasan