Di Balik Layar Ujian TKA Digital: Realitas Anak SD Ruteng Beradaptasi dengan Teknologi
Ruteng, TrenNews.id – Sebanyak 6.726 siswa dari 254 sekolah dasar negeri dan swasta di Ruteng, Kabupaten Manggarai, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis digital. Pelaksanaan ujian ini menunjukkan proses adaptasi teknologi yang berlangsung, meskipun di tengah berbagai tantangan terkait keterbatasan perangkat, jaringan internet, dan pasokan listrik.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Theresia T. D. Stepi, menyatakan bahwa secara umum sekolah telah siap melaksanakan ujian berbasis digital. “Pada prinsipnya sekolah siap. Sebanyak 254 sekolah, baik negeri maupun swasta, dengan total 6.726 siswa mengikuti TKA,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa sejumlah sekolah tidak dapat mengikuti karena belum memiliki siswa kelas VI.
Meski demikian, pelaksanaan TKA digital menghadapi sejumlah kendala teknis. “Tantangan utama adalah keterbatasan perangkat seperti Chromebook yang jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah siswa. Beberapa sekolah mengalami kesulitan karena tidak memiliki listrik atau jaringan Wi-Fi yang stabil,” kata Theresia.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, sekolah mengambil berbagai langkah alternatif. “Sekolah tetap berusaha melaksanakan ujian dengan berbagai cara, termasuk menyewa laptop atau mencari tempat dengan listrik dan internet. Sekolah menganggarkan untuk menyewa laptop, bahkan ada yang pergi ujian ke rumah penduduk yang memiliki jaringan listrik dan Wi-Fi,” jelasnya.
Sebagai bagian dari persiapan, Dinas Pendidikan telah melakukan bimbingan teknis (Bimtek) kepada guru serta mengadakan empat kali tryout bagi siswa. “Kami mengeluarkan aturan untuk melaksanakan tryout selama empat kali,” ujarnya. Pemerintah daerah juga menetapkan target capaian nilai TKA sebesar 75 untuk tingkat SD dan SMP.
Di tingkat sekolah, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kesiapan siswa. Guru kelas VI SDK Ruteng 3, Ai, mengatakan bahwa sekolah telah mempersiapkan tidak hanya materi, tetapi juga fasilitas pendukung. “Kami melakukan kesiapan bukan hanya terkait materi atau pengetahuan, tetapi juga kesiapan komputer dan jaringan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sekolah membentuk tim kecil guru untuk mendampingi siswa dengan jadwal tetap tiga sampai empat kali dalam seminggu. Menurutnya, fasilitas di SDK Ruteng 3 sudah cukup memadai, dan dukungan juga datang dari orang tua siswa yang siap membantu jika dibutuhkan perangkat seperti laptop, komputer, atau HP.
Guru kelas VI lainnya, Maria, menekankan bahwa motivasi siswa menjadi perhatian utama. “Motivasi kami sebagai guru adalah bagaimana membangkitkan semangat anak-anak agar mendapatkan nilai yang baik,” katanya. Namun, ia mengakui bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam materi numerasi dan membutuhkan bimbingan lebih lanjut.
Guru matematika, Ina, menyebutkan bahwa sebagian siswa masih beradaptasi dengan perangkat baru seperti Chromebook. Meski demikian, ia menilai kemampuan dasar siswa cukup baik. “Sekitar 98–99 persen siswa sudah bisa menggunakan perangkat digital karena terbiasa menggunakan HP,” katanya.
Sementara itu, Guru SDK Karot, Erick, menjelaskan bahwa sekolahnya membentuk tim khusus, menyiapkan buku belajar, mengadakan les sore, dan pelatihan penggunaan komputer dengan bantuan teknisi. Untuk mengatasi keterbatasan fasilitas, sekolah mengatur penggunaan perangkat secara bergiliran dan memanfaatkan dukungan internal.
Erick mengakui bahwa kendala utama sekolahnya adalah keterbatasan jumlah laptop yang tidak sebanding dengan siswa, serta masalah sinyal, pengisian paket data, dan listrik. Ia juga menekankan bahwa siswa perlu belajar lebih intensif karena soal TKA lebih banyak berbasis narasi, selain itu kondisi mental dan kesehatan siswa juga menjadi perhatian.
Pelaksanaan TKA digital di Ruteng menunjukkan adanya proses adaptasi yang sedang berlangsung di tingkat sekolah dasar. Di satu sisi, sekolah, guru, dan pemerintah daerah berupaya memenuhi tuntutan digitalisasi pendidikan. Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur dan kesiapan siswa masih menjadi tantangan yang perlu diatasi secara bertahap. (Kordian)


Tinggalkan Balasan