Sinergi Akademis, Pengurus ISARAH Medan Gelar Audiensi dengan Rektor UMN Al Washliyah
Medan, TrenNews.id – Jajaran pengurus Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) Kota Medan bergerak cepat melakukan penguatan jejaring institusional pasca-terbentuknya kepengurusan baru. Dipimpin langsung oleh ketua, ISARAH Medan menggelar kunjungan audiensi dan silaturahmi strategis ke Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan, Rabu (01/07/2026).
Kedatangan rombongan intelektual muda ini disambut hangat dan diterima langsung oleh Rektor UMN Al Washliyah, Prof. Dr. Firmansyah, M.Si, di ruang kerja rektorat.
Langkah Awal Perkenalan dan Pemetaan Program Kolaboratif
Ketua ISARAH Kota Medan, Zuhri Arif Sihombing, S.H., M.H., mengemukakan bahwa agenda audiensi ini memegang dwi-fungsi penting. Selain sebagai forum introduksi resmi jajaran fungsionaris ISARAH Medan periode terbaru, pertemuan ini dimanfaatkan untuk memaparkan draf program kerja yang diproyeksikan dapat dikolaborasikan bersama UMN Al Washliyah.
Zuhri, didampingi jajaran pengurus harian lainnya, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas keterbukaan pihak rektorat dalam menyediakan ruang dialog bilateral ini.
“Audiensi silaturahmi kali ini menjadi langkah awal perkenalan kami sebagai pengurus baru ISARAH Kota Medan, sekaligus untuk memaparkan berbagai rancangan program kerja ke depan yang sekiranya dapat disinergikan secara konkret dengan UMN Al Washliyah,” ujar Zuhri Arif Sihombing.
Pesan Rektor: Ubah Paradigma Organisasi, Harus ‘Mengurusi’ Bukan Dilayani
Merespons pemaparan tersebut, Rektor UMN Al Washliyah, Prof. Dr. Firmansyah, M.Si, memberikan wejangan dan nasihat organisasi yang fundamental bagi segenap pengurus ISARAH Kota Medan. Prof. Firmansyah menekankan pentingnya rekonstruksi paradigma berpikir dalam menakhodai sebuah organisasi sarjana.
Menurut sang Profesor, orang-orang yang telah diberi amanah masuk ke dalam struktur kepengurusan harus memegang prinsip proaktif (aktif) dan menanggalkan sikap pasif.
“Dalam menjalankan roda organisasi, orang-orang yang terpilih hendaknya memiliki mentalitas untuk ‘mengurusi’, bukan justru minta dilayani. Paradigma ini harus ditanamkan agar arah pergerakan organisasi menjadi lebih hidup dan progresif,” tegas Prof. Firmansyah.
Lebih lanjut, Rektor mengumpamakan pola kerja tersebut dengan soliditas para pimpinan perguruan tinggi di bawah naungan Korps Al Washliyah. Ia mengingatkan agar sesama lembaga Al Washliyah tidak boleh saling merasa bersaing secara tidak sehat, melainkan wajib saling bahu-membahu dan bergandengan tangan demi memajukan kualitas pendidikan. Pola sinergi horizontal itulah yang harus diimplementasikan oleh internal pengurus ISARAH Kota Medan.
Akomodasi Inovasi Ilmiah dan Pengelolaan Jurnal
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap eksistensi organisasi sarjana tersebut, UMN Al Washliyah menyatakan kesiapannya untuk mengomandani dan memfasilitasi berbagai inovasi serta kegiatan ISARAH Medan yang berorientasi pada pemberdayaan kaum intelektual.
Prof. Firmansyah berharap ke depan tidak ada lagi sarjana Al Washliyah yang tidak terkoordinasi dengan baik. UMN Al Washliyah membuka pintu kerja sama yang luas pada sektor-sektor akademis strategis, di antaranya:
-
Peningkatan kapasitas keilmuan multidisiplin.
-
Pendampingan dan pengelolaan jurnal ilmiah berbasis riset.
-
Program penguatan kapasitas (capacity building) bagi mahasiswa aktif yang tengah berkuliah di seluruh perguruan tinggi naungan Al Washliyah.
Melalui kemitraan yang erat ini, kedua belah pihak optimistis dapat melahirkan integrasi yang kuat antara dunia kampus dan organisasi profesi, sehingga mampu mencetak generasi sarjana Muslim yang berdaya saing tinggi, kompeten, serta siap berkontribusi bagi kemajuan masyarakat Kota Medan.


Tinggalkan Balasan