ISARAH Sumut Puji Respons Cepat Polda Sumut dalam Jaga Kamtibmas di Antrean SPBU
Medan, TrenNews.id – Wilayah Pengurus Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) Sumatera Utara memberikan apresiasi tinggi terhadap jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) atas kesigapannya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Langkah ini dinilai berhasil meredam kepanikan di tengah situasi krisis antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatera Utara.
Ketua Pimpinan Wilayah ISARAH Sumatera Utara, Abdul Thaib Siahaan, S.T., M.Ikom., menyatakan bahwa langkah taktis yang diambil pihak kepolisian sangat efektif dalam meredam potensi konflik horisontal dan menjaga situasi di lapangan tetap kondusif. Menurutnya, antrean panjang kendaraan yang terjadi beberapa waktu terakhir murni dipicu oleh carut-marutnya manajemen internal PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Sumut di bawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., yang sangat sigap berkolaborasi dengan kepala daerah dalam menjaga kamtibmas selama masa antrean BBM ini,” ujar Abdul Thaib Siahaan kepada media di Medan.
Ia melihat ada masalah yang sangat serius dalam manajemen distribusi Pertamina Patra Niaga Sumbagut, terutama terkait kekosongan stok di berbagai SPBU akibat ketiadaan atau aksi mogok para sopir tangki BBM. “Namun, di tengah kepanikan masyarakat yang membutuhkan BBM, kehadiran personel Polri di lapangan benar-benar memberikan rasa aman dan menenangkan,” tambahnya.
Sinergi Responsif Forkopimda Sumut
Abdul Thaib juga secara khusus menyoroti peran aktif Kapolda Sumatera Utara yang dinilai menunjukkan responsibility (tanggung jawab) serta kepemimpinan lapangan yang kuat. Kapolda Sumut berhasil membangun koordinasi yang solid dan cepat bersama Gubernur Sumatera Utara dan Pangdam I/Bukit Barisan untuk mengatasi dampak kelangkaan pasokan energi ini.
Salah satu langkah luar biasa yang disoroti adalah keputusan Forkopimda untuk menerjunkan personel TNI dan Polri yang memiliki kualifikasi mengemudi truk guna menggantikan sementara peran sopir tangki Pertamina yang mogok.
“Langkah cepat Kapolda Sumut dalam berkoordinasi dengan Gubernur dan Pangdam Bukit Barisan untuk menangani kekurangan stok BBM ini mencerminkan sikap responsif yang luar biasa. Forkopimda bergerak cepat mencari solusi nyata agar mobilitas masyarakat tidak lumpuh total akibat kelalaian manajemen logistik Pertamina, yakni dengan cara menerjunkan personel-personel TNI-Polri yang mampu menyetir truk pengangkut BBM ke SPBU,” tegas Abdul Thaib.
Manajemen Pertamina Sumbagut Harus Dievaluasi Total
Di sisi lain, ISARAH Sumut mendesak agar pihak manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut segera melakukan evaluasi total secara internal. Abdul Thaib menegaskan, masalah krusial seperti ketersediaan pengemudi (sopir) armada distribusi adalah tanggung jawab mutlak Pertamina dan tidak boleh mengorbankan kepentingan publik, operasional masyarakat, serta hajat hidup orang banyak.


Tinggalkan Balasan