Tragedi Sibolangit Tewaskan 4 Orang, Pemuda Wasathiyah Deli Serdang Tuntut PT Tirta Sibayakindo Bertanggung Jawab Penuh dan Pecat Dirut atau Managernya
DELI SERDANG – Tragedi kecelakaan beruntun yang merenggut empat korban jiwa di Jalan Jamin Ginting, perlintasan Medan-Berastagi, kawasan Sibolangit pada Jumat (17/7/2026), memantik reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Sorotan tajam salah satunya datang dari Ketua Pemuda Wasathiyah Kabupaten Deli Serdang, Jaya Suprada, S.Pd.
Kecelakaan maut yang diduga kuat dipicu oleh truk yang mengalami gagal fungsi pengereman akibat beban berlebih (Over Dimension Over Loading/ODOL) ini dinilai bukan lagi sekadar musibah biasa, melainkan buntut dari kelalaian sistemis pengawasan armada angkutan barang.
Dalam keterangannya, Jaya Suprada menegaskan bahwa pihak korporasi tidak boleh lepas tangan dalam insiden berdarah ini. Ia secara langsung menunjuk PT Tirta Sibayakindo sebagai pihak yang harus memegang tanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan.
“Terkait kecelakaan ini, saya pastikan PT Tirta Sibayakindo adalah pihak yang paling bertanggung jawab. Mereka harus menanggung seluruh hak-hak korban yang ditimbulkan, baik korban meninggal dunia maupun luka-luka. Kami juga meminta agar nasib anak-anak sekolah yang ditinggalkan oleh korban meninggal dunia dijamin kelangsungan hidup dan pendidikannya. Ini adalah akibat kelalaian perusahaan yang tidak memastikan muatan pengangkutan ataupun kesiapan kendaraan dalam retribusi produk Aqua tersebut, dan Kalau Perlu Danone-AQUA Memecat Dirut atau manager di PT Tirta Sibayakindo Atas kejadian tersebut” ujar Jaya tegas.
Meskipun pihaknya tetap menghormati dan menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian, Jaya menilai aspek pengawasan terhadap kendaraan ODOL dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh pihak perusahaan sudah darurat untuk dievaluasi total. menurutnya, fenomena truk blong akibat kelebihan muatan di jalanan menurun merupakan lagu lama yang terus berulang tanpa ada efek jera yang signifikan.
“Pemuda Wasathiyah berharap ada aturan yang tegas tentang regulasi ODOL. Kecelakaan yang terjadi di Sibolangit ini merupakan akibat dari tidak kuatnya rem truk menahan beban, apalagi di jalur yang menurun. Fenomena ini sering terjadi, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Jaya mengkritik pola penegakan hukum selama ini yang dinilai timpang karena cenderung hanya menyasar para sopir di lapangan. Padahal, hulu dari keselamatan transportasi logistik berada di tangan pemilik kendaraan dan perusahaan jasa angkutan selaku pembuat kebijakan operasional.
Sebagai agen kritik dan perubahan di Indonesia, Pemuda Wasathiyah Kabupaten Deli Serdang menyatakan siap mendorong lahirnya regulasi yang lebih ketat, termasuk mendesak Kementerian Perhubungan RI untuk memberikan sanksi tegas hingga pidana dan pencabutan izin bagi perusahaan yang membandel.
“Kami akan menyarankan suatu aturan yang tegas yang tidak hanya berlaku kepada sopir. Kami akan memberi masukan agar pemilik kendaraan atau perusahaan jasa angkutan juga dikenakan tindakan tegas. Perusahaan harus lebih memperhatikan perawatan berkala armada mereka serta memastikan batas muatan tidak melebihi izin KIR kendaraan truk yang dimaksud,” imbuh Jaya.
Kecelakaan beruntun pada Jumat lalu itu diketahui tidak hanya menewaskan empat orang, namun juga menyebabkan belasan orang lainnya luka-luka hingga harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menutup pernyataannya, Jaya Suprada menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. Ia berharap tragedi memilukan di Sibolangit ini menjadi alarm keras sekaligus momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membenahi karut-marut sistem keselamatan transportasi darat di Indonesia.
“Saya sangat prihatin atas kejadian kecelakaan ini. Kepada keluarga korban, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga kecelakaan-kecelakaan tragis seperti ini tidak kembali terulang di masa depan,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan