13 Dapur SPPG di Aceh Singkil Beroperasi Tanpa Kantongi SLHS
Aceh Singkil, TrenNews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Tapi di balik itu, belasan dapur penyedia makanan di Kabupaten Aceh Singkil yang beroperasi belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS.
Data Dinas Kesehatan Aceh Singkil mencatat, hingga 8 Juli 2026 masih terdapat 13 dari 17 dapur SPPG yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) meskipun sebagian dapur sudah beroperasi hampir 1 tahun.
Padahal, setiap usaha pengolahan pangan wajib memiliki SLHS. Sertifikat ini jadi bukti tempat produksi memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan dari Pemerintah melalui Dinkes. Tanpa SLHS, tidak ada jaminan dapur MBG bebas dari kontaminasi bakteri, air kotor, hingga keracunan massal.
“Benar, hingga tanggal 8 Juli kemarin masih ada 13 dapur SPPG yang belum memiliki SLHS,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Aceh Singkil, Fandrik Eraliesa, Selasa (28/7/2026).
Fandrik mengaku pihaknya akan kembali menyurati dapur yang belum ber-SLHS. “Kami imbau segera lengkapi syarat administrasi dan fisik. Selanjutnya akan dilakukan uji ulang sampel makanan dan air ke lab yang terakreditasi Kemenkes,” ujarnya.
Hanya 4 Dapur Kantongi SLHS
Dari 17 dapur SPPG MBG di Singkil, hanya 4 yang sudah resmi mengantongi SLHS. Keempatnya ialah Dapur SPPG Blok VI Baru 1 Kecamatan Gunung Meriah, Dapur SPPG Blok VI Baru 3 Kecamatan Gunung Meriah, Dapur SPPG Desa Bukit Harapan Kecamatan Gunung Meriah dan Dapur SPPG Desa Gosong Telaga Barat Kecamatan Singkil Utara.
Sementara 13 dapur lainnya masih berstatus proses pengajuan SLHS dan baru sebatas memiliki IKL. Disisi lain, ribuan porsi MBG tetap didistribusikan setiap hari ke sekolah.
Pewarta : Arman Munthe


Tinggalkan Balasan