Kamis, 15 Oktober 2026

Rektor Universitas Alwashliyah Hadiri Undangan Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi Dalam Pemberdayaan Masyarakat

Rektor Universitas Alwashliyah Hadiri Undangan Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi Dalam Pemberdayaan Masyarakat

Salatiga, TrenNews.id – Rektor Universitas Al Washliyah Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., menegaskan komitmen penuh dunia perguruan tinggi dalam mendukung agenda strategis nasional pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya di sela-sela kegiatan Seminar Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat yang dihelat di Aula Utama Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, pada Kamis (15/10/2026).

Forum strategis yang mempertemukan sekitar 1.000 peserta—terdiri atas pimpinan perguruan tinggi, perwakilan kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah Jawa Tengah, serta mahasiswa—ini mengangkat tema “Sinergi Implementasi Tridharma dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Inklusif, Berdampak, dan Berkelanjutan”.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan langkah perguruan tinggi dalam mengoperasionalkan Deklarasi Perguruan Tinggi Indonesia. Deklarasi tersebut memuat komitmen ambisius untuk mendampingi 40.000 desa hingga tahun 2029 melalui berbagai program nyata, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, inkubasi usaha mikro, Sekolah Desa, Kampus Tani, hingga pusat inovasi desa. Langkah ini juga selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 serta Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Nomor 6 Tahun 2026 yang menetapkan 16.550 desa prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem.

Peran Strategis Universitas Al Washliyah Medan

Di tengah tantangan pembangunan yang kerap menghadapi fragmentasi program dan belum terintegrasinya data wilayah, kehadiran pimpinan perguruan tinggi swasta seperti Prof. Saiful Akhyar Lubis memberikan angin segar bagi penguatan jejaring kolaborasi lintas sektor.

Dalam pandangannya, perguruan tinggi tidak boleh sekadar menjadi menara gading yang hanya menghasilkan riset akademik tanpa menyentuh akar persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Pemberdayaan masyarakat hari ini bukan lagi sekadar kegiatan pendukung atau formalitas akademik semata, melainkan instrumen utama transformasi sosial dan ekonomi. Melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Universitas Al Washliyah Medan siap mengerahkan segenap potensi akademik, riset terapan, dan kapasitas dosen serta mahasiswa untuk bersinergi mengentaskan kantong-kantong kemiskinan, khususnya menyasar desa-desa prioritas yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Prof. Saiful Akhyar Lubis di Salatiga.

Lebih lanjut, Prof. Saiful menekankan pentingnya penggunaan data tunggal sosial dan ekonomi nasional agar intervensi yang dilakukan perguruan tinggi tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti perlunya integrasi riset kampus dengan perencanaan pembangunan daerah agar tidak terjadi duplikasi program.

Mengukuhkan Ekosistem Kolaborasi

Seminar nasional ini diharapkan mampu menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret berupa monitoring, evaluasi, serta replikasi praktik baik dari berbagai model pendampingan desa. Dengan terbangunnya konsorsium perguruan tinggi yang solid bersama pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat sipil, cita-cita besar pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan diyakini dapat tercapai secara optimal demi kesejahteraan masyarakat luas.

Turut Hadiri

Acara Tersebut Juga di hadiri Mentri, dan Wakil Mentri Seperti : Mentri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia H. Muhaimin Iskandar, M.Si dalam acara tersebut memberikan kata sambutan serta membuka rapat forum nasional perguruan tinggi, Kemudian turut hadir Wamen Diktisaintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, Perwakilan Pemerintahan daerah Kota Salatiga, dan Kepala LLDIKTI Wilayah I  Prof. Drs. H. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini