Kamis, 22 Oktober 2026

Jangan PHP!! Bupati Aceh Singkil Didesak Tuntaskan Plasma HGU

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit.

ACEH SINGKIL, TrenNews.id – Pemerhati Daerah, Budi Harjo, melayangkan kritik keras kepada Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon. Ia mendesak agar Bupati tidak lagi melempar wacana soal plasma HGU, tetapi memberikan kepastian nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, isu plasma 20% dari HGU perusahaan sawit di Aceh Singkil sudah puluhan tahun jadi janji manis, namun rakyat tidak pernah tahu ujungnya di mana.

“Jangan PHP rakyat terus! Rakyat butuh kepastian, bukan rapat-rapat seremonial yang hasilnya tidak pernah jelas,” tegas Budi Harjo, Kamis (22/10/2026).

Budi menilai, Bupati Oyon tidak boleh hanya berlindung di balik pernyataan normatif seperti ‘sedang didata’ atau ‘sedang dikoordinasikan’. Rakyat, kata dia, sudah muak dengan kalimat itu.

“Yang kami tanya itu simpel. Perusahaan mana saja yang sudah dan belum menyerahkan plasma 20%? Berapa hektar kewajibannya? Dimana lahannya? Kalau ada yang bandel, apa sanksinya? Itu yang harus dijelaskan Bupati secara terbuka, bukan diam,” cetusnya.

Ia mendesak Dinas Perkebunan Aceh Singkil membuka data HGU secara transparan ke publik. Jangan sampai data HGU disembunyikan, sementara perusahaan terus panen di atas tanah Aceh Singkil dan rakyat hanya jadi penonton.

Jika kewenangan ada di Provinsi dan Pusat, kata Budi, maka Bupati wajib menjelaskan sudah sejauh mana lobi ke Pemerintah Aceh dan Kementerian ATR/BPN. Jangan semua persoalan dijawab dengan ‘bukan kewenangan kabupaten’ lalu lepas tangan.

“Kalau serius bela rakyat, buktikan! Umumkan ke publik, perusahaan mana yang taat dan mana yang nakal. Kalau yang nakal tidak ditindak, berarti pemerintah ikut bermain. Rakyat berhak curiga,” ujarnya.

Budi mengingatkan, plasma bukan sedekah perusahaan, tapi kewajiban hukum sesuai UU Perkebunan dan Permentan. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian, maka yang dirugikan adalah masyarakat lingkar sawit yang selama ini hanya menghirup debu.

“Kami tidak butuh janji muluk-muluk. Kami butuh Bupati yang berani umumkan data dan berani tindak perusahaan yang ingkar plasma. Jangan biarkan harapan masyarakat Aceh Singkil digantung terus tanpa kepastian,” tutup Budi Harjo dengan nada keras.

Pewarta : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini