Dukung Komitmen Presiden Prabowo, Aminullah Siagian: Usut dan Tangkap Penjarah Uang Negara!
Jakarta, TrenNews.id – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas berbagai praktik kebocoran ekonomi yang menyebabkan kekayaan negara mengalir ke luar negeri.
Ketua Umum PP GPA, H. Aminullah Siagian, menilai langkah tegas Kepala Negara dalam membenahi tata kelola ekonomi nasional merupakan angin segar bagi penyelamatan aset dan keuangan negara.
“Kami di PP GPA mendukung penuh langkah Presiden Prabowo Subianto untuk menutup rapat-rapat celah kebocoran keuangan negara yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Praktek mark up, korupsi, under invoicing, hingga transfer pricing adalah kejahatan sistematis yang sangat merugikan rakyat,” tegas Aminullah di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Minta Aparat Penegak Hukum Tidak Ragu dan Tanpa Pandang Bulu
Menindaklanjuti arahan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna, Aminullah meminta seluruh Aparat Penegak Hukum (APH)—mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)—untuk berdiri sejajar dan selaras dengan komitmen Presiden.
Menurut Aminullah, sinergi APH menjadi kunci utama agar arahan Presiden tidak sekadar menjadi wacana, melainkan berdampak nyata pada penegakan hukum di lapangan.
Sinergi Antar-Lembaga: APH diharapkan aktif mengawal, menjaga, dan menindaklanjuti indikasi kebocoran anggaran nasional.
Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: PP GPA mendesak APH untuk mengusut tuntas serta menangkap siapa saja yang terlibat dalam tindakan penyelewengan uang negara.
Transparansi: Setiap proses hukum terkait penyelamatan aset negara harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Aparat Penegak Hukum harus satu frekuensi dengan Presiden Prabowo. Jangan ada ragu, jangan ada ‘pilih kasih’ atau tebang pilih. Siapa pun yang terlibat dalam praktik memindahkan uang negara ke luar negeri secara ilegal harus ditindak tegas demi menyelamatkan masa depan ekonomi bangsa,” pungkas Aminullah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik kebocoran ekonomi yang dinilainya telah berlangsung selama puluhan tahun. Presiden menegaskan bahwa pemerintahannya sedang secara bertahap membenahi sistem tata kelola guna menghentikan praktik-praktik ilegal yang merusak perekonomian nasional.


Tinggalkan Balasan