Sabtu, 22 Agustus 2026

1,5 Tahun ‘Berkuasa’, Pemerhati Tagih Janji Kampanye Oyon–Hamzah

“Berapa janji yang sudah tuntas? Berapa yang mangkrak? Berapa yang cuma omong kosong? Tunjukkan datanya. Jangan hanya pamer program di kertas,” katanya.
Ilustrasi.

Aceh Singkil, TrenNews.id — Februari 2025 dilantik, Agustus 2026 sudah berjalan.
1 Tahun 6 Bulan bukan waktu sebentar untuk terus berlindung di balik kata “proses”.

Kini publik Aceh Singkil mulai muak. Pertanyaannya cuma satu, kemana janji kampanye Bupati Safriadi Oyon dan Wakil Bupati Hamzah?

Spanduk kampanye sudah lapuk, tapi nasib janji yang dulu dijual ke rakyat, entah ke mana. Pemerhati daerah, Budi Harjo, tidak mau lagi mendengar dalih.

“Sudah 18 bulan. Cukup! Jangan lagi jual janji. Rakyat butuh bukti, bukan ceramah politik. Kalau memang tidak mampu, katakan jujur. Jangan paksa rakyat terus berharap pada fatamorgana,” tegas Budi Harjo, Sabtu (22/08/2026).

Secara tegas, Budi menantang Pemkab Aceh Singkil membuka secara terang benderang laporan capaian.

“Berapa janji yang sudah tuntas? Berapa yang mangkrak? Berapa yang cuma omong kosong? Tunjukkan datanya. Jangan hanya pamer program di kertas,” katanya.

Ia juga menyentil DPRK Aceh Singkil. Menurutnya, dewan tidak boleh ikut jadi penonton.

“Fungsi pengawasan DPRK ke mana? Jangan bisu saat rakyat bertanya. Jangan tiba-tiba lantang saat mau pemilu lagi. Kalau diam, berarti sama saja mengkhianati mandat rakyat,” sentilnya.

Budi menegaskan, 1,5 tahun cukup untuk menunjukkan arah. Jika ada kendala, sampaikan. Jika ada janji yang gagal, akui.

“Rakyat Aceh Singkil lebih dewasa dari yang kalian (Pemkab) kira. Kami bisa menerima kenyataan, tapi kami muak dibohongi. Yang kami tagih bukan pencitraan, bukan seremonial, bukan baliho. Yang kami tagih kerja nyata dari uang rakyat,” ujarnya.

Budi menutup pernyataan dengan pertanyaan keras. Janji kampanye sudah dijalankan atau hanya jadi alat merebut ‘kuasa’ ?

“Jangan tunggu kesabaran rakyat habis baru sibuk klarifikasi. Sejarah akan mencatat, bukan berapa banyak janji yang diucapkan, tapi berapa banyak janji yang dikhianati.”

Pewarta : Arman Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini