Proyek Jalan Cumbi-Iteng Rp 2,4 Miliar Pindah Alamat, Warga Kecewa
Ruteng, TrenNews.id — Proyek peningkatan ruas jalan Cumbi–Iteng dengan pagu anggaran Rp2,4 miliar diduga tidak dilaksanakan sesuai lokasi yang direncanakan. Pekerjaan yang seharusnya dilakukan di ruas tersebut justru dialihkan ke jalan Simpang Golocala–Papang dengan realisasi fisik sekitar 1 kilometer serta beberapa pekerjaan minor yang belum diselesaikan sepenuhnya.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat Desa Cumbi. Warga menilai proyek yang mereka tunggu lama itu sangat dibutuhkan untuk memperbaiki akses transportasi dan menunjang aktivitas ekonomi, terutama saat musim hujan ketika jalan kerap sulit dilalui.
“Saya dan warga sudah lama menunggu proyek ini. Kami sangat membutuhkan jalan yang baik karena akses ke desa sering terputus saat musim hujan. Tapi ternyata proyeknya dipindahkan ke tempat lain, padahal namanya jelas untuk Cumbi–Iteng,” ujar Darius, warga Desa Cumbi.
Karena tidak melihat tanda-tanda pekerjaan dilakukan di wilayah mereka, masyarakat Desa Cumbi akhirnya melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Romo dari Paroki Wangkung dengan dukungan dana dari pihak paroki dan gotong royong warga setempat.
“Kita tidak bisa terus menunggu. Dengan bantuan dana dari paroki dan gotong royong warga, kita coba perbaiki bagian-bagian jalan yang paling rusak. Meskipun tidak sebaik proyek pemerintah, tapi setidaknya bisa mempermudah perjalanan,” kata Romo Jhon yang mengkoordinir kegiatan tersebut.
Sementara itu, warga Desa Papang juga menyoroti kualitas pekerjaan pada ruas jalan Simpang Golocala–Papang yang dikerjakan oleh CV Bangun Sukses Sejahtera. Bertus, salah satu warga, menilai hasil pekerjaan hotmix tidak sesuai standar karena permukaan jalan terlihat kasar dan bergelombang.
“Pak, itu hasilnya kasar dan gelombang seperti lapen. Selain itu, lebarnya juga beda dengan hotmix setelah jembatan menuju ke Desa Papang. Itu perbedaannya jauh sekali pak,” ujar Bertus kepada TrenNews.id, Sabtu (28/3).
Ia juga menyebut pekerjaan minor seperti drainase dan rabat bahu jalan tidak dikerjakan secara menyeluruh. Menurutnya, hal tersebut dapat mempengaruhi ketahanan jalan dalam jangka panjang.
“Itu rabat di bahu jalan hanya dikerjakan di sisi kanan saja pak. Kemudian, drainasenya juga tidak dikerjakan seluruhnya. Dari tikungan menuju ke jembatan itu mereka tidak kerjakan,” tambahnya.
Bertus berharap pada masa pemeliharaan, seluruh bagian pekerjaan yang belum sesuai standar teknis dapat diperbaiki agar jalan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.
Di sisi lain, perwakilan penanggung jawab CV Bangun Sukses Sejahtera, Jemy, membenarkan adanya perubahan lokasi proyek. Ia menjelaskan bahwa pengalihan pekerjaan bukan keputusan kontraktor, melainkan berdasarkan permintaan sejumlah desa di Kecamatan Satar Mese yang mengusulkan prioritas perbaikan jalan rusak melalui anggota DPRD Provinsi dari Manggarai.
“Betul, kami ada pasang papan tender awalnya di Cumbi, kemudian dicabut kembali. Karena kondisi jalan di Cumbi masih bagus. Dan peralihan ke Papang bukan kemauan kami, tapi karena permintaan dari tiga desa yang kemudian diusulkan melalui teman-teman anggota DPRD Provinsi dari Manggarai,” jelasnya saat dikonfirmasi di kantor PT Menara.
Diketahui, CV Bangun Sukses Sejahtera merupakan anak perusahaan dari PT Menara. Hingga kini, masyarakat Desa Cumbi berharap pihak berwenang memberikan penjelasan resmi terkait pengalihan proyek tersebut serta mencari solusi agar anggaran yang telah dialokasikan tetap dapat memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. (Kordianus)


Tinggalkan Balasan