Warga Desa Tinukari Diduga Hilang Saat Pergi ke Kebun, Tim Gabungan Intensifkan Pencarian
Lasusua, TrenNews.id – Suasana duka dan kecemasan menyelimuti Dusun III Desa Tinukari, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara. Seorang warga bernama Jais (28) dilaporkan hilang setelah pergi ke kebunnya sejak Kamis (7/5/2026) pagi dan hingga kini belum kembali ke rumah.
Hilangnya Jais sontak membuat keluarga dan warga setempat panik. Aparat desa bersama masyarakat langsung melakukan pencarian sejak Kamis malam, namun korban belum ditemukan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara yang menerima laporan pada Jumat (8/5/2026) pagi langsung bergerak cepat dengan mengerahkan 10 personel menuju lokasi kejadian.
Kepala BPBD Kolaka Utara, Mukramin, SE., MM mengatakan informasi awal diterima dari Sekretaris Desa Tinukari sekitar pukul 08.00 WITA.
“Informasi yang kami terima terkait adanya warga yang diduga hilang. Kejadiannya pada Kamis (7/5/2026). Korban diketahui pergi ke kebunnya sejak pagi, namun hingga malam belum kembali ke rumah,” ujar Mukramin, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, regu pertama BPBD diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 09.20 WITA untuk membantu proses pencarian.
“Tim regu pertama sudah berangkat ke lokasi kejadian. Sementara kami bersama personel lainnya masih standby di kantor sambil terus melakukan komunikasi intensif terkait perkembangan pencarian,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, BPBD membawa sejumlah perlengkapan pendukung seperti alat komunikasi, senter, mantel hujan, satu unit mobil operasional dan satu unit sepeda motor.
Sementara itu, Kepala Desa Tinukari, Hasrawati, ST membenarkan adanya warga yang dilaporkan hilang tersebut. Ia menyebut aparat desa dan masyarakat masih terus melakukan pencarian bersama tim gabungan.
“Aparat desa bersama masyarakat sejak Kamis malam hingga saat ini masih melakukan pencarian. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mencari warga kami. Semoga segera ditemukan dalam keadaan sehat,” harapnya.
Selain BPBD Kolaka Utara, tim SAR Kolaka juga telah tiba di lokasi untuk membantu proses pencarian bersama unsur TNI, Polri, aparat desa, masyarakat dan keluarga korban.
Kapolsek Rante Angin, IPTU Iskandar Hodi mengatakan pencarian terus dilakukan di sekitar area kebun dan titik-titik yang diduga sempat didatangi korban.
“Pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas Kolaka, BPBD Kolaka Utara bersama warga dan keluarga korban,” ujarnya.
Ia mengakui medan perkebunan dan kawasan hutan yang cukup luas menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari. Meski demikian, semangat personel gabungan dan warga tidak surut demi menemukan keberadaan korban.
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, keluarga korban justru dihantui pesan terakhir Jais yang kini terasa seperti sebuah firasat.
Sang istri, Rasma, mengaku suaminya sempat mengucapkan kalimat bernada perpisahan sehari sebelum dinyatakan hilang.
“Kalau saya mati, kuburkan saja di Tinukari, jangan bawa saya ke kampung, bikin repot saja,” ujar Jais kepada istrinya.
Rasma mengaku saat itu dirinya merasa heran dengan ucapan sang suami. Namun ia tidak menyangka perkataan tersebut kini menjadi kenangan yang terus terngiang di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil.
Menurutnya, beberapa waktu terakhir Jais juga beberapa kali menyampaikan ucapan serupa.
“Kamu yang sakit, tetapi saya yang akan duluan mati,” kata Rasma menirukan ucapan suaminya.
Tangis keluarga pecah setiap kali tim pencarian kembali dari lokasi kebun tanpa membawa kabar tentang keberadaan Jais. Sang istri tampak terus menunggu dengan penuh harap, sementara kerabat dan warga sekitar berusaha menguatkan keluarga yang dilanda kesedihan mendalam.
Peristiwa hilangnya Jais menyita perhatian masyarakat Kolaka Utara. Banyak warga turut membantu pencarian dan mengirimkan doa agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
BPBD Kolaka Utara juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Mengingat kondisi cuaca beberapa hari ini kurang baik dan sering hujan, kami mengimbau masyarakat Kolaka Utara agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca saat beraktivitas,” imbau Mukramin.
Ia juga meminta masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang bermukim di bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
“Masyarakat diminta segera melaporkan jika terjadi sesuatu atau kondisi darurat ke BPBD Kolaka Utara melalui call center 085129662866 atau media sosial resmi BPBD Kolaka Utara,” pungkasnya. (As)


Tinggalkan Balasan