DPRD Menyaksikan Kegagalan Eksekutif – Proyek Air Minum Para Lando Tidak Bermanfaat
Ruteng, TrenNews.id – Komisi C DPRD Kabupaten Manggarai mengeluarkan tiga rekomendasi penting dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait proyek air minum di Desa Paralando yang menelan anggaran hampir Rp1 miliar. Rekomendasi tersebut menjadi titik fokus penyelesaian masalah yang telah mengganggu masyarakat setempat:
1. Segera berikan akses air bersih kepada 22 kepala keluarga yang belum mendapatkan layanan
2. Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan kualitas air agar pelayanan berjalan merata dan optimal
3. Surati Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut
RDP yang berlangsung secara terbuka pada Jumat (8/5) dipimpin langsung Ketua Komisi C DPRD Manggarai Klementinus Nalis, dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Dinas PUPR, PPK, masyarakat Paralando, serta Forum Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Manggarai.
“Kita meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai segera menindaklanjuti tuntutan warga Paralando, khususnya menangani 22 rumah yang hingga kini belum mendapatkan akses air bersih,” tegas Klementinus Nalis saat membacakan rekomendasi DPRD.
Anggota DPRD dari Dapil IV Arlan Nala juga menyoroti keluhan masyarakat mengenai pemasangan dua meteran air di rumah kepala desa dan meteran di rumah kosong yang belum dihuni. “Kita meminta pihak PPK segera mencabut salah satu meteran tersebut karena tidak adil, sementara masih ada warga yang belum mendapatkan akses,” ujarnya, yang juga menyatakan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan keluhan masyarakat benar adanya.
RDP ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang mendesak DPRD menjalankan fungsi pengawasan terhadap proyek yang dinilai bermasalah. Meskipun Dinas PUPR menyatakan proyek telah dilaksanakan sesuai prosedur, warga Paralando menilai sebaliknya.
Robertus yang mewakili masyarakat mengatakan proyek tidak melalui perencanaan matang dan tidak dilakukan sosialisasi terbuka. “Saat tim perencanaan turun ke lokasi, warga tidak dilibatkan dalam penentuan sumber mata air. Usulan awal seharusnya menjangkau 170 kepala keluarga, namun hanya melayani sekitar 146 kepala keluarga,” jelasnya.
DPRD berharap RDP tersebut menjadi langkah awal penyelesaian persoalan air bersih di Desa Paralando dan memastikan proyek pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Forum Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Manggarai menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut. Koordinator forum Edy Dola berharap seluruh poin hasil RDP segera ditindaklanjuti, dan mengeluarkan ultimatum: “Apabila persoalan tidak segera diselesaikan, kita akan terus melakukan aksi demonstrasi hingga masalah air bersih di Paralando mendapat penyelesaian konkret.” (Kordian)


Tinggalkan Balasan