Sabtu, 9 Mei 2026

Dua Hari Hilang di Pegunungan Kolaka Utara, Jais Ditemukan Selamat oleh Tim SAR Gabungan

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Jois dengan selamat di pegunungan

Lasusua, TrenNews.id – Penantian penuh cemas keluarga dan warga Desa Tinukari, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, akhirnya berakhir lega. Jais (28), warga yang dilaporkan hilang sejak Kamis, 7 Mei 2026, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR gabungan pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026.

Korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WITA di kawasan pegunungan dekat area perkebunannya di Kilometer 9 jalur HBI, Desa Tinukari. Saat ditemukan, kondisi Jais tampak lemah dan kelelahan setelah bertahan selama dua hari di tengah medan pegunungan.

Sebelumnya, Jais diketahui pergi seorang diri ke kebunnya pada Kamis pagi. Kekhawatiran keluarga mulai muncul setelah korban tak kunjung pulang hingga malam hari dan tidak dapat dihubungi.

Warga bersama aparat desa sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi perkebunan. Namun karena korban belum ditemukan, keluarga kemudian meminta bantuan Tim SAR untuk melakukan operasi pencarian lebih luas.

Pencarian dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Tim gabungan menyisir kawasan hutan, perbukitan, hingga jalur perkebunan yang dikenal memiliki medan cukup berat dan cuaca yang berubah-ubah.

Memasuki hari kedua pencarian, harapan keluarga sempat menipis. Namun upaya tanpa henti dari tim gabungan dan warga akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan dalam keadaan sadar.

Usai dievakuasi dari lokasi penemuan, Jais langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Suasana haru pecah di lokasi evakuasi ketika keluarga mengetahui korban berhasil ditemukan selamat. Tangis bahagia keluarga dan warga tak terbendung setelah operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari berakhir dengan kabar baik.

Keberhasilan operasi pencarian ini menjadi bukti kuatnya solidaritas antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Selama proses pencarian berlangsung, warga turut membantu menyisir lokasi, menyediakan logistik, hingga memberi dukungan kepada keluarga korban.

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan perkebunan dan pegunungan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, membawa alat komunikasi, serta memberi informasi kepada keluarga sebelum bepergian ke lokasi terpencil. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini