Sabtu, 15 Agustus 2026

Khaidir Rahman Ajak Masyarakat Aceh Jaga Kedamaian, Zikir Akbar Jangan Jadi Ruang Provokasi

Jakarta, TrenNews.id — Momentum peringatan Hari Damai Aceh ke-21 harus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, persatuan, dan kedamaian masyarakat Aceh. Doa bersama dan zikir akbar hendaknya berlangsung dengan suasana khidmat, aman, dan jauh dari segala bentuk provokasi.

Aktivis nasional Khaidir Rahman mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk tidak mudah terpancing oleh isu maupun tindakan oknum yang berpotensi mengadu domba masyarakat.

“Jangan sampai momentum Hari Damai Aceh justru dimanfaatkan oleh oknum provokator untuk memecah belah masyarakat. Kita harus menjaga Aceh tetap damai dan jangan mudah terprovokasi,” ujar Khaidir Rahman.

Khaidir juga mempertanyakan pentingnya simbol kebangsaan dalam kegiatan yang berlangsung di Aceh. Menurutnya, membawa bendera Merah Putih dalam kegiatan kebangsaan dan keagamaan dapat menjadi simbol bahwa perdamaian Aceh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Doa dan zikir adalah momentum untuk mempersatukan. Jangan sampai ada simbol atau tindakan yang kemudian menimbulkan salah tafsir dan memancing emosi masyarakat. Kita ingin Aceh damai, Indonesia juga damai,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat tidak saling menuduh dan menyerahkan setiap dugaan pelanggaran kepada pihak yang berwenang untuk ditangani secara profesional.

Khaidir juga mengimbau aparat keamanan agar melakukan pengamanan secara humanis dan mencegah munculnya provokasi dari pihak mana pun.

“Jangan beri ruang kepada provokator. Jangan adu domba masyarakat Aceh. Mari kita jadikan Hari Damai Aceh ke-21 sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga perdamaian, dan merawat Aceh dalam bingkai NKRI,” pungkas Khaidir Rahman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini