PT Nafasindo dan Sinar Mas Gembleng Petani di Aceh Singkil Lewat Program Sawit Terampil
ACEH SINGKIL, TrenNews.id – Komitmen PT Nafasindo dalam membina petani mitra kembali dibuktikan. Pada Selasa (6/10/2026), perusahaan menggelar Program Sawit Terampil secara gabungan yang diikuti perwakilan petani mitra dari tiga kecamatan, yakni Gunung Meriah, Singkohor, dan Kota Baharu.
Kegiatan dipusatkan di lahan kelapa sawit milik Bapak Legiman, seorang petani mitra di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah. Program ini menarik perhatian hingga diliput langsung oleh TV Nasional yang menyaksikan rangkaian acara mulai dari pembukaan, pembekalan materi, hingga praktik langsung pemeliharaan dan pemupukan di lapangan.
Program Sawit Terampil merupakan kolaborasi PT Nafasindo dengan PT Sinar Mas yang telah berjalan sejak Maret 2025. Tujuannya jelas untuk memberikan pembinaan dan pendampingan intensif tentang praktik budidaya kelapa sawit yang baik atau Good Agriculture Practice (GAP) bagi petani kemitraan.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan Program Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) pola Kemitraan sekitar HGU perusahaan pada Maret 2023, antara PT Nafasindo dengan kelompok tani yang telah mengantongi Surat Keputusan Bupati tentang Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Selain pendampingan GAP, petani mitra juga mendapatkan bantuan sarana dan prasarana.

Senior Manager PT Nafasindo Regional Aceh Singkil, Ir. Malik Rusydi, menegaskan program ini adalah bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap petani mitranya.
“Program pembinaan ini agar kapasitas petani meningkat dalam praktik budidaya kelapa sawit yang baik serta memenuhi prinsip dan kriteria sawit lestari berkelanjutan. Ini pemenuhan kewajiban dari poin-poin kerja sama antara PT Nafasindo dan Petani Mitra, sehingga hasil yang diperoleh lebih meningkat dan mengurangi kerugian akibat kurangnya pengetahuan yang belum sesuai norma dan standar,” ujar Malik Rusydi.
Menariknya, program ini tidak eksklusif hanya untuk petani mitra Nafasindo. Pintu dibuka seluas-luasnya untuk umum.
“Acara ini dibuka untuk umum, tidak hanya petani mitra Nafasindo. Sehingga pengetahuan dan keterampilan akan lebih luas, merata, dan dapat ditularkan ke petani lainnya,” tambahnya.
Untuk mendukung keberlanjutan program, telah disediakan kantor sekretariat penyuluhan yang diisi oleh tim gabungan, yakni 3 orang penyuluh dari Sinar Mas dan 2 orang dari Nafasindo.
Kegiatan Sawit Terampil dilaksanakan secara rutin dan berkelompok dengan jumlah 20 hingga 30 orang per kelompok agar lebih fokus, efektif, dan optimal.
“Partisipasi dan antusias petani menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kesuksesan program ini,” tutur Malik.
Lebih jauh, PT Nafasindo dan Sinar Mas menargetkan jangka panjang berupa sertifikasi ISPO dan RSPO bagi kelompok tani mitra yang bersifat sukarela. Sertifikasi ini diyakini akan meningkatkan nilai tambah bagi petani, perusahaan, dan kepentingan nasional, mengingat ke depan sertifikasi ISPO akan menjadi wajib tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga petani.
“Kelapa sawit merupakan komoditas utama dan unggulan nasional yang harus kita jaga dan perjuangkan bersama,” tutup Malik Rusydi.
Pewarta : Arman Munthe



Tinggalkan Balasan