Dua Tokoh Pers Berpulang, Dunia Jurnalistik Indonesia Berduka
Jakarta, TrenNews.id – Dunia pers Indonesia kembali diliputi duka mendalam. Dalam waktu berdekatan, dua tokoh penting di bidang jurnalistik, Zulmansyah Sekedang dan Mohammad Sukri, berpulang, meninggalkan kehilangan besar bagi insan media di tanah air.
Kabar duka terbaru datang dari Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, yang meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) dini hari akibat serangan jantung.
Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, membenarkan kabar tersebut. “Dia kena serangan jantung,” ujarnya singkat.
Menurut Munir, jenazah almarhum akan dimakamkan di Pekanbaru. Ia juga menyampaikan tengah dalam perjalanan untuk mengantar jenazah ke lokasi peristirahatan terakhir.
Sebelum wafat, Zulmansyah diketahui masih aktif menjalankan aktivitasnya. Pada Jumat (17/4/2026), ia bahkan sempat menghadiri Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Kampus LSPR, Jakarta.
Zulmansyah merupakan wartawan asal Aceh Tenggara yang dikenal aktif dan berdedikasi dalam organisasi pers. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode, yakni 2017–2022 dan kembali terpilih untuk masa bakti 2022–2027.
Duka serupa sebelumnya juga menyelimuti Kalimantan Timur. Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim, Mohammad Sukri, meninggal dunia pada Kamis pagi (16/4/2026) di usia 59 tahun.
Kepergian sosok yang akrab disapa Bang Sukri itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan seprofesi. Rumah duka di Perumahan Mediterania, Samarinda, dipenuhi pelayat yang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir.
Almarhum dimakamkan pada Jumat (17/4/2026) di TPU Lok Bahu, Samarinda.
Semasa hidupnya, Mohammad Sukri dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, dan penuh semangat. Ia memiliki perjalanan panjang, mulai dari wasit, jurnalis, hingga menjadi pengusaha media.
Peran besarnya terlihat saat ia dipercaya membentuk JMSI di Kalimantan Timur sejak deklarasi awal di Banjarmasin tahun 2020. Dengan kegigihan dan semangat yang tak kenal lelah, ia berhasil membesarkan JMSI Kaltim menjadi salah satu asosiasi media siber terbesar di daerah.
Kepercayaan terhadap kepemimpinannya kembali ditegaskan saat ia terpilih memimpin JMSI Kaltim untuk periode 2025–2030.
Kepergian dua tokoh ini dalam waktu berdekatan menjadi pukulan berat bagi dunia pers Indonesia. Namun, dedikasi, semangat, dan kontribusi yang telah mereka berikan akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi jurnalis berikutnya.
Selamat jalan, para pejuang kata. Jejak pengabdian kalian akan selalu dikenang.
Redaksi


Tinggalkan Balasan