Tindak Lanjut Forum Investasi 2026, Pemkab Kolaka Utara Percepat Hilirisasi Kakao dan Kelapa
Lasusua, TrenNews.id – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus mempercepat langkah hilirisasi sektor perkebunan sebagai arah baru transformasi ekonomi daerah. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Kolaka Utara Industry, Trade and Investment Forum 2026, Pemkab Kolaka Utara kembali membuka peluang investasi besar di sektor kakao dan kelapa melalui pertemuan lanjutan yang digelar Dinas Perindustrian Kolaka Utara di Aula INS Hotel Lasusua, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti secara daring melalui Zoom oleh Bupati Drs.H. Nur Rahman Umar, MH bersama sejumlah investor nasional maupun luar negeri. Hadir pula secara langsung anggota DPRD Kolaka Utara dari Partai NasDem, Busra Daming, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program hilirisasi daerah.
Bupati Nur Rahman Umar menegaskan bahwa Kolaka Utara kini tidak lagi hanya ingin menjadi pemasok bahan mentah, tetapi siap menjadi daerah industri pengolahan berbasis komoditas unggulan lokal.
“Kolaka Utara tidak ingin hanya menjadi pemasok bahan mentah. Kami ingin investor masuk membangun industri pengolahan agar komoditas lokal memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, komoditas unggulan seperti kakao dan kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi melalui industrialisasi dan hilirisasi. Selain dua komoditas tersebut, pemerintah daerah juga mulai menawarkan peluang investasi di sektor kopi dan cengkeh.
Langkah percepatan hilirisasi ini merupakan tindak lanjut dari Kolaka Utara Industry, Trade and Investment Forum 2026 yang sebelumnya digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama pada 11 Mei 2026 lalu. Forum investasi berskala internasional itu dihadiri sekitar 130 peserta dari 13 negara sahabat, kementerian dan lembaga pemerintah pusat, akademisi, pelaku usaha, lembaga keuangan, media, hingga mitra internasional.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berhasil mengamankan tiga Letter of Intent (LOI) dan dua Memorandum of Understanding (MoU) dari sejumlah investor dan mitra strategis.
Tiga LOI yang berhasil diperoleh masing-masing berasal dari IDS Financial Consulting Korea Selatan untuk pembangunan pabrik cokelat, PT Industri Pesantren Indonesia untuk pembangunan pabrik cokelat bersama PERUMDA Kolaka Utara, serta PT Anugrah Kelapa Nusantara untuk investasi hilirisasi industri kelapa dan produk turunannya.
Selain itu, dua MoU juga ditandatangani, yakni antara Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dengan Mars Symbioscience Indonesia terkait pengembangan kakao berkelanjutan, serta kerja sama dengan Economic Diplomatic Cooperation (EDC) Forum dalam bidang komunikasi dan promosi investasi daerah.
Kepala Dinas Perindustrian Kolaka Utara, Andi Haerul Rijal, mengatakan forum investasi tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah daerah lebih proaktif dan kreatif dalam memperkuat investasi serta mendorong hilirisasi industri.
“Forum ini dirancang sebagai platform strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, investor, konsulat negara sahabat, dan mitra internasional agar tercipta kerja sama konkret yang dapat mempercepat transformasi ekonomi Kolaka Utara,” jelasnya.
Potensi kakao Kolaka Utara sendiri mendapat perhatian besar dari investor dan pemerintah pusat. Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Putu Juli Ardika, menyebut Kolaka Utara sangat potensial menjadi pusat hilirisasi kakao di Sulawesi.
Dengan luas perkebunan kakao sekitar 78 ribu hektare dan produksi lebih dari 58 ribu ton per tahun, daerah ini dinilai memiliki fondasi kuat untuk membangun industri pengolahan seperti cocoa butter, cocoa powder, dan cocoa liquor yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibanding ekspor biji kakao mentah.
Nilai jual kakao Kolaka Utara juga semakin diperkuat setelah mendapat penilaian dari pakar asal Prancis yang menyebut kakao daerah tersebut memiliki aroma rempah khas yang tidak ditemukan di daerah lain.
Selain itu, sejumlah negara sahabat juga mulai menunjukkan minat investasi. Jepang tertarik membangun pabrik cokelat dan berencana melakukan kunjungan langsung ke Kolaka Utara bersama sejumlah pengusaha. Australia membuka peluang kerja sama pengembangan UMKM pengolahan kelapa berbasis rumah tangga, sementara Inggris menjajaki investasi di sektor bandara, pelabuhan peti kemas, industri kelapa, hingga proyek waste to energy.
Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara optimistis dukungan investor nasional maupun internasional akan mempercepat terwujudnya ekosistem industri yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan Kolaka Utara sebagai pusat agroindustri dan hilirisasi kakao serta kelapa yang kompetitif di Sulawesi Tenggara. (As)


Tinggalkan Balasan