Jelang Konferda, Calon Ketua PGRI Aceh Singkil Komitmen Wujudkan Konferensi Damai
Aceh Singkil, TrenNews.id – Menjelang pelaksanaan konferensi daerah (Konferda) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Singkil yang diagendakan berlangsung pada 9 Mei 2026 mendatang, kedewasaan organisasi mulai terlihat nyata.
Tiga tokoh yang diusung sebagai kandidat calon Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil, yakni Ahmad Akbar, Indra Ardi serta Zainal Abidin Simatupang secara bersama-sama menyatakan sikap dan komitmen kuat untuk menyukseskan perhelatan dengan berintegritas dan damai.
Ketiga tokoh pendidikan tersebut sepakat untuk menjaga dinamika pemilihan agar tetap berjalan dalam koridor etika organisasi. Mereka berjanji akan menciptakan atmosfer yang kondusif, menjauhkan segala bentuk gesekan yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, serta memastikan proses demokrasi internal berjalan lancar dan sportif.
Komitmen yang dibangun ketiga kandidat itu beberkan langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil, M. Najur, kepada media ini, Kamis (7/5/2026).
Dalam paparannya, M. Najur menekankan pentingnya perspektif jangka panjang dalam proses regenerasi kepemimpinan. Menurutnya, mekanisme pemilihan pengurus baru harus menjadi momen konsolidasi, bukan ajang yang memicu polarisasi, permusuhan, atau terputusnya ikatan silaturahmi yang telah lama terbina.
“Ini bukanlah kontestasi politik layaknya Pilkada, melainkan sebuah proses transisi kepemimpinan dalam rumah besar kita bersama. Kita hanya berada dalam konteks memilih pemimpin yang akan memegang estafet amanah organisasi. Saya tegaskan, ketiga kandidat tersebut memiliki kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi yang setara untuk memimpin,” kata Najur dengan tegas.
Lebih jauh, Najur mengungkapkan bahwa seluruh kandidat telah berikrar untuk menjaga kohesi sosial. Mereka sepakat bahwa siapapun yang nantinya memperoleh mandat dan kepercayaan mayoritas, maka yang lainnya akan tetap solid memberikan dukungan, kontribusi, dan kolaborasi demi keberlanjutan organisasi serta kemajuan pendidikan di Aceh Singkil.
Terkait posisinya sebagai ketua PGRI saat ini, Najur menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas dan objektivitas.
“Secara personal maupun institusi, kami tidak memihak kepada salah satu calon. Kami memposisikan diri sebagai fasilitator yang netral agar proses ini berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. Biarkan para kandidat menyampaikan gagasan, visi, dan misi mereka secara transparan kepada seluruh cabang dan anggota,” tegasnya.
Menutup pernyataan tersebut, Najur berharap konferensi yang akan dilaksanakan di Aula Kodim 0109 Aceh Singkil ini dapat berjalan dengan optimal, aman, dan tertib.
“Kita berdoa semoga momentum ini menjadi titik balik bagi PGRI Aceh Singkil untuk semakin fokus, profesional, dan tangguh dalam melakukan advokasi serta memperjuangkan hak-hak Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) demi kemaslahatan dunia pendidikan,” pungkasnya.
Pewarta : Arman Munthe


Tinggalkan Balasan