Mapala Se-Indonesia Dirikan Posko Kemanusiaan, Jalankan Empat Program Tanggap Bencana di Aceh Tengah
Aceh Tengah, TrenNews.id — Mapala Se-Indonesia melalui Pusat Koordinasi Nasional (PKN) dan Pusat Koordinasi Daerah (PKD) melaksanakan aksi kemanusiaan tanggap bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Dalam aksi tersebut, PKN dan PKD mendirikan Posko Kemanusiaan Mapala Se-Indonesia sebagai pusat komando dan koordinasi penanganan bencana di lapangan.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan tim Mapala dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, relawan gabungan, serta masyarakat setempat. Selama masa tanggap darurat, tim menjalankan empat program utama, yakni Search and Rescue (SAR), penyaluran logistik, pembersihan fasilitas umum, dan penanganan medis bagi warga terdampak.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, kegiatan difokuskan pada sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kecamatan Linge (Desa Pantan Nangka, Penarun, Jamat, Reje Payung, dan Delung Sekinel), Kecamatan Bintang (Desa Kelitu, Sintep, Syiah Utama, dan Kala Segi), Kecamatan Kebayakan (Desa Jongok Meluem), serta Kecamatan Ketol (Desa Bah).
Koordinator Pusat PKN Mapala Se-Indonesia menyampaikan bahwa kehadiran Mapala tidak hanya untuk merespons kondisi darurat, tetapi juga membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana ke depan.
“Mapala Se-Indonesia hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi memastikan proses penyelamatan, pemulihan, dan edukasi kebencanaan berjalan secara terpadu. Posko ini kami dirikan sebagai pusat koordinasi agar seluruh potensi relawan dan bantuan dapat bekerja efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan empat program tersebut, tim Mapala Se-Indonesia menyalurkan sekitar 20 ton bantuan logistik, yang terdiri dari kebutuhan pangan, perlengkapan penerangan, perlengkapan darurat, serta kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor.
Selain bantuan fisik, Mapala Se-Indonesia juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat, khususnya selama masa libur sekolah. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan edukatif, permainan, pendampingan psikososial, serta pemutaran layar tancap berhadiah guna membantu pemulihan kondisi mental pascabencana.
Di sektor lingkungan dan fasilitas umum, tim melakukan pembersihan masjid serta jalan dari material lumpur dan longsor, membuka jalur evakuasi, dan menetapkan titik kumpul warga sebagai bagian dari upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Tim medis Mapala Se-Indonesia juga melakukan pemeriksaan kesehatan, penanganan medis, serta pembagian obat-obatan kepada warga terdampak.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya pulih, tetapi juga lebih siap menghadapi potensi bencana ke depan. Edukasi jalur evakuasi dan titik kumpul adalah bagian penting dari kerja kemanusiaan kami,” tambah Koordinator PKN Mapala Se-Indonesia.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti peran strategis Mapala Se-Indonesia sebagai kekuatan relawan berbasis kampus dalam penanggulangan bencana nasional dengan mengedepankan nilai solidaritas, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pewarta: Asse


Tinggalkan Balasan