Kamis, 16 April 2026

PP PMKRI Dukung Paus Leo XIV, Kritik Pernyataan Donald Trump soal Perdamaian Dunia

Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) St. Thomas Aquinas

Jakarta, TrenNews.id – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) St. Thomas Aquinas menyatakan dukungan penuh kepada Paus Leo XIV sekaligus mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai tidak mencerminkan etika kepemimpinan global.

Sikap tersebut disampaikan menyusul pernyataan Trump yang menyerang Paus secara terbuka di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya terkait konflik di Timur Tengah. PP PMKRI menilai narasi yang dibangun Trump berpotensi memperkeruh situasi dan menjauhkan dunia dari upaya perdamaian.

Di sisi lain, Paus Leo XIV menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi kritik tersebut. Ia menyatakan bahwa sebagai pemimpin umat Katolik sedunia, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara menentang perang.

Dalam keterangannya kepada wartawan di dalam pesawat kepausan sebelum tiba di Aljir, Paus menegaskan bahwa posisinya bukan sebagai aktor politik. Ia menekankan bahwa Gereja tidak bertujuan menyusun kebijakan luar negeri, melainkan menyuarakan nilai-nilai moral yang bersumber dari ajaran Injil.

Paus juga menegaskan bahwa misi Gereja jelas, yakni mendorong perdamaian dan rekonsiliasi. Ia menilai Gereja memiliki kewajiban moral untuk berbicara tegas menentang perang serta mendukung upaya perdamaian global.

Menanggapi hal itu, PP PMKRI menilai sikap Paus mencerminkan konsistensi moral Gereja dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan universal. Seruan untuk dialog dan penghentian konflik bersenjata, menurut mereka, tidak dapat disederhanakan sebagai sikap politik praktis.

Dalam pernyataannya, PP PMKRI juga menyampaikan sejumlah sikap, antara lain mendukung langkah Paus dalam mendorong perdamaian dan keadilan global, menolak delegitimasi terhadap peran moral Gereja, serta mengingatkan para pemimpin dunia agar tidak menggunakan narasi yang memperburuk konflik.

Selain itu, organisasi ini mengajak generasi muda untuk tetap berpihak pada nilai kemanusiaan dan perdamaian, serta mendorong kader PMKRI mengambil sikap moral di tengah konflik global.

PP PMKRI menegaskan, dalam situasi dunia yang semakin kompleks, dibutuhkan kepemimpinan global yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga bijaksana secara moral. Mereka menilai suara moral Gereja penting sebagai penyeimbang agar dunia tidak terjebak dalam logika kekerasan dan dominasi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Presidium Hubungan Luar Negeri PP PMKRI, Ferdinandus Wali Ate, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendorong nilai keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian di tingkat nasional maupun global. (Aldy Angket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini