Dirgahayu Bhayangkara Ke-80, Ketua ISARAH Medan: Negara Butuh Polisi di Setiap Detik
Medan, TrenNews.id – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 tahun 2026 menjadi pemantik bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kembali peran vital Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sebagai lembaga garda terdepan, kehadiran Polri dinilai melekat erat dalam setiap detik aktivitas keseharian masyarakat.
Menyikapi hari jadi korps baju cokelat tersebut, Ketua Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) Kota Medan, Zuhri Arif Sihombing, S.H., M.H., menyampaikan harapannya agar seluruh komponen kepolisian di Indonesia tetap menjaga kekompakan, profesionalisme, dan integritas sebagai aparat penegak hukum yang humanis.
Zuhri secara khusus memberikan catatan positif terhadap potret keamanan di wilayah hukum lokal. Ia mengapresiasi nakhoda kepemimpinan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., yang dinilai taktis dalam menekan angka kriminalitas jalanan.
“Kami mengapresiasi Kepemimpinan bapak Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak sebagai Kapolrestabes Medan yang kami nilai sangat bagus dalam menciptakan Medan aman dari begal dan pelan-pelan keluar dari jerat narkotika. Kami berharap kinerja bagus seperti ini harus ditingkatkan dan dijaga kestabilannya,” ungkap Zuhri yang akrab disapa ZAS.
Data Kepuasan Publik Capai 82,4 Persen
Dalam pemaparannya, ZAS menyitir data survei terpercaya berskala nasional yang mencatatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri tahun ini menembus angka 82,4%. Menurutnya, persentase yang tinggi ini menjadi indikator konkret bahwa Polri masih memegang legitimasi kepercayaan yang kuat di mata publik.
Sambil berseloroh, ZAS menggambarkan betapa lekatnya figur kepolisian dalam memori kolektif masyarakat sejak usia dini.
“Bahkan sejak kita masih anak-anak, orang tua kita sudah mengenalkan kita dengan polisi, dan pastinya banyak yang bercita-cita jadi polisi. Walaupun kadang bentuknya taktik agar si anak takut dan tidak bandel,” guraunya.
Kehadiran Polri di Setiap Sendi Kehidupan
Lebih lanjut, ISARAH Medan menegaskan bahwa tidak ada aktivitas kemasyarakatan yang luput dari peran pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Potret Ketergantungan Publik pada Layanan Kepolisian:
-
Sektor Keamanan: Penjagaan stabilitas lingkungan melalui patroli rutin Kamtibmas.
-
Pelayanan Pengaduan: Hubungi polisi saat kehilangan barang atau menjadi korban tindak pidana.
-
Fungsi Pengayoman: Permohonan izin pengamanan acara hingga bantuan penunjuk jalan bagi warga yang tersesat.
“Tidak dapat dibayangkan kalau polisi kita tidak ada atau kepolisian kita lemah, bisa hancur negara ini,” sebut ZAS menambahkan.
Berdiri Kokoh di Tengah Dinamika
ZAS menyadari bahwa dalam setahun terakhir, Polri dihadapkan pada berbagai ujian sektoral dan dinamika sosial yang tidak mudah. Namun, di bawah komando Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., institusi Bhayangkara dinilai tetap berdiri kokoh menjaga netralitas dan hukum.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kota Medan, untuk ikut mengawal, mendoakan, dan mendukung institusi Polri agar tidak mudah dipecah belah oleh opini-opini yang tidak bertanggung jawab.
“Kita wajib mengapresiasi kinerja Bapak Kapolri kita bersama. Terakhir, Dirgahayu ke-80 tahun Bhayangkara! Semoga Polri tetap kuat untuk melayani dan mengayomi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan