Sabtu, 16 Mei 2026

Kolaka Utara Kantongi 3 LOI dan 2 MoU, Forum Investasi 2026 Buka Jalan Hilirisasi Kakao dan Kelapa

Foto bersama, Bupati Kolaka Utara, H. Nur Rahman Umar besama investor di Forum Investasi 2026. Mercure Surabaya Grand Mirama (ist)

Lasusua, TrenNews.id – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berhasil mengamankan tiga Letter of Intent (LOI) dan dua Memorandum of Understanding (MoU) dalam kegiatan Kolaka Utara Industry, Trade and Investment Forum 2026 yang digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama, Senin (11/5/2026) lalu.

Forum investasi yang mengusung tema Mendorong Transformasi Ekonomi Daerah Melalui Hilirisasi Agribisnis, Industrialisasi, dan Investasi Berkelanjutan itu menjadi ajang promosi potensi unggulan Kolaka Utara kepada investor nasional dan internasional. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 130 peserta dari 13 negara sahabat, kementerian dan lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, kamar dagang, pelaku usaha, akademisi, lembaga keuangan, media, serta mitra internasional.

Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., mengatakan forum ini merupakan langkah strategis untuk mengubah struktur ekonomi daerah agar tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah.

“Kolaka Utara tidak ingin hanya menjadi pemasok bahan mentah. Kami ingin investor masuk membangun industri pengolahan agar komoditas lokal memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah,” ujar H. Nur Rahman Umar.

Menurutnya, Kolaka Utara memiliki sumber daya alam yang sangat potensial, mulai dari kakao, kelapa, kopi, cengkeh, perikanan hingga nikel. Dengan dukungan investasi dan industrialisasi, komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi untuk pasar nasional dan ekspor.

Kepala Dinas Perindustrian Kolaka Utara, Andi Haerul Rijal, S.Sos., selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa forum ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah daerah lebih proaktif dan kreatif dalam memperkuat investasi, menyederhanakan birokrasi, dan mendorong hilirisasi industri.

“Forum ini dirancang sebagai platform strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, investor, konsulat negara sahabat, dan mitra internasional agar tercipta kerja sama konkret yang dapat mempercepat transformasi ekonomi Kolaka Utara,” kata Andi Haerul Rijal.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berhasil memperoleh tiga LOI, yakni dari IDS Financial Consulting Korea Selatan untuk pembangunan pabrik cokelat, PT Industri Pesantren Indonesia untuk pembangunan pabrik cokelat bersama PERUMDA Kolaka Utara, dan PT Anugrah Kelapa Nusantara untuk investasi hilirisasi industri kelapa dan produk turunannya.

Selain itu, dua MoU juga ditandatangani, yaitu antara Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dengan Mars Symbioscience Indonesia terkait peningkatan kerja sama pengembangan kakao berkelanjutan, serta antara Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan Economic Diplomatic Cooperation (EDC) Forum mengenai komunikasi dan promosi investasi daerah.

Tidak hanya itu, sejumlah negara sahabat juga menyampaikan minat investasi. Jepang menyatakan ketertarikan untuk membangun pabrik cokelat dan berencana mengunjungi Kolaka Utara bersama sejumlah pengusaha. Australia membuka peluang kerja sama investasi serta bantuan pengembangan UMKM pengolahan kelapa berbasis rumah tangga. Sementara Inggris menjajaki investasi pada pengembangan bandara, pelabuhan peti kemas, industri kelapa, dan proyek waste to energy.

Forum ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah pusat, di antaranya Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Putu Juli Ardika, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Kuntoro Boga Andri, serta Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik BKPM RI, Saribua Siahaan.

Putu Juli Ardika menyatakan bahwa Kolaka Utara sangat potensial menjadi pusat hilirisasi kakao di Sulawesi. Dengan luas kebun kakao sekitar 78.000 hektare dan produksi lebih dari 58.000 ton per tahun, daerah ini memiliki fondasi kuat untuk membangun industri pengolahan seperti cocoa butter, cocoa powder, dan cocoa liquor yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibanding ekspor biji kakao mentah.

Saribua Siahaan menambahkan bahwa pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen melalui penguatan investasi dan hilirisasi industri. Daerah dengan sumber daya unggulan seperti Kolaka Utara dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat dan berdaya saing di pasar global.

Selain sesi panel dan paparan peluang investasi, forum juga diisi dengan country perspectives and investment opportunity bersama perwakilan Austrade Australia, Netherlands Business Support Office (NBSO) Belanda, dan EKONID Jerman, serta dilanjutkan dengan focus group discussion antara Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan Mars Symbioscience Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menilai capaian forum ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem industri yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan dukungan investor nasional dan internasional, Kolaka Utara optimistis dapat berkembang menjadi pusat agroindustri dan hilirisasi kakao serta kelapa yang kompetitif di Sulawesi Tenggara. (As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini