Ketua DPRD Kolaka Utara Fitra Yudi Dukung Langkah Bupati Dorong Hilirisasi dan Investasi Daerah
Lasusua, TrenNews.id – Ketua DPRD Kolaka Utara, Fitra Yudi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dalam mendorong program hilirisasi industri dan investasi daerah yang tengah digencarkan Bupati Nur Rahman Umar.
Dukungan tersebut disampaikan menyusul pemaparan Bupati Kolaka Utara dalam ajang Kolaka Utara Industry, Trade & Investment Forum (KUITF) 2026 di Surabaya, yang menawarkan peluang investasi sektor pengolahan kakao dan kelapa sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis agroindustri.
Fitra Yudi menilai langkah yang diambil pemerintah daerah merupakan strategi jangka panjang yang telah diperhitungkan secara matang demi membuka peluang investasi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau terkait ini, mungkin bapak bupati sudah memperhitungkan secara matang-matang. Saya pribadi berharap para investor tertarik untuk berinvestasi di Kolaka Utara. Kami dari DPRD juga mendukung langkah yang diambil oleh pak bupati,” ujar Fitra Yudi, Rabu (14/5/2026).
Menurutnya, hilirisasi menjadi langkah penting agar daerah tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui industri pengolahan yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Ia mengatakan, DPRD Kolaka Utara siap menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran guna mendukung kebijakan pemerintah daerah yang berorientasi pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Saya pribadi mendukung program bapak bupati. Saya dan teman-teman DPR menjalankan fungsi kami untuk kemajuan Kolaka Utara,” katanya.
Fitra juga berharap forum investasi yang digelar pemerintah daerah mampu menarik minat investor nasional maupun internasional untuk menanamkan modal di Kolaka Utara, khususnya pada sektor agroindustri yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara saat ini tengah fokus mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, terutama kakao dan kelapa. Kolaka Utara tercatat sebagai salah satu sentra kakao rakyat terbesar di Sulawesi Tenggara dengan luas lahan mencapai 79.290 hektare dan produksi sekitar 65 ribu ton pada tahun 2024.
Selain kakao, komoditas kelapa juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan seperti Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa, hingga arang tempurung.
Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan investasi, Pemkab Kolaka Utara juga telah menyiapkan Kawasan Industri Tolala seluas 1.545 hektare dan Kawasan Industri Batuputih seluas 2.699 hektare, lengkap dengan pengembangan infrastruktur penunjang seperti pelabuhan peti kemas dan rencana pembangunan bandara.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap Kolaka Utara mampu berkembang menjadi pusat agroindustri baru di Sulawesi Tenggara sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah di tingkat nasional. (As)


Tinggalkan Balasan