Selasa, 11 Agustus 2026

Memperkuat Daya Saing Global, PTPN III (Persero) Gelar Rubber Business Strategy & Execution Forum di Bogor

Ubah Paradigma Produksi, PTPN Group Fokus Pengelolaan Aset Biologis dan Produk Premium

Bogor, TrenNews.id – Menghadapi dinamika dan tantangan industri komoditas global, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengambil langkah strategis melalui penyelenggaraan Rubber Business Strategy & Execution Forum di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (4/8/2026). Forum yang diinisiasi oleh Direktorat Produksi dan Pengembangan ini mengusung tema “Rethinking Rubber Exploitation” guna memperkuat strategi dan eksekusi operasional komoditi karet di lingkungan PTPN Group.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas fungsi yang menghadirkan jajaran Board of Directors (BOD), Operational Strategic Advisory (OSA), PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), peneliti, hingga jajaran pimpinan Sub Holding. Sinergi ini ditujukan untuk menyelaraskan arah kebijakan bisnis karet, memperkuat strategi transformasi yang berkelanjutan, merumuskan langkah implemetasi menghadapi dinamika pasar, serta meningkatkan daya saing guna menciptakan nilai jangka panjang.

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik, menegaskan bahwa perubahan lansekap industri global menuntut fleksibilitas dan adaptasi yang cepat. Melalui forum ini, perusahaan mendorong penyesuaian pilar utama operasional, yakni Productivity, Cost Effectiveness, and Speed.

“Dinamika industri komoditas global menuntut kita untuk terus beradaptasi. Melalui semangat rethinking rubber exploitation, kita mengubah paradigma dari sekadar mengejar kuantitas produksi menjadi pengelolaan biological asset yang sehat untuk menghadirkan produktivitas optimal, keuntungan berkelanjutan, dan memperkuat daya saing PTPN Group di pasar global,” ujar Rizal.

Dalam forum tersebut, ditetapkan empat fokus utama transformasi bisnis karet Holding Perkebunan Nusantara:

  1. Perubahan Paradigma Produksi: Menggeser fokus operasional dari sekadar pencapaian kuantitas harian menuju pengelolaan aset biologis yang sehat demi menjaga produktivitas jangka panjang.

  2. Diagnosis Before Decision: Pengambilan keputusan teknis berbasis riset dan analisis mendalam terkait kesehatan tanaman serta efisiensi biaya, bertujuan untuk memperpanjang usia produktif pohon karet.

  3. Pengembangan Produk Bernilai Tambah Tinggi: Mengarahkan target 70 persen produksi ke bahan baku cair premium, seperti lateks pekat dan lembaran karet kualitas tinggi (high-grade sheet).

  4. Penataan dan Kelestarian Kebun: Melakukan pengelompokan (clustering) pada areal kebun karet seluas 87 ribu hektar berdasarkan potensi dan tingkat produktivitasnya.

Melalui diskusi konstruktif ini, Rubber Business Strategy & Execution Forum menghasilkan sederet rekomendasi strategis yang siap dieksekusi guna melipatgandakan kinerja komoditi karet dan mengukuhkan posisi PTPN Group di pasar internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini