Membangun Pertanian Kolaka Utara yang Maju, Berdaya Saing dan Berkelanjutan
Lasusua, TrenNews.id — Peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Kolaka Utara.
Pertanian bukan hanya tentang produksi pangan dan komoditas perkebunan, tetapi juga menyangkut kehidupan, penghidupan, serta masa depan masyarakat. Karena itu, pembangunan pertanian harus ditempatkan sebagai salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi Kabupaten Kolaka Utara: “Madani, Maju, Berdaya Saing dan Berkelanjutan.”
Dalam konteks tersebut, pembangunan pertanian Kolaka Utara perlu terus diarahkan pada peningkatan produktivitas, kualitas hasil pertanian, nilai tambah komoditas, serta kesejahteraan petani.
Salah satu agenda penting yang perlu dilanjutkan adalah revitalisasi kakao sebagai komoditas strategis daerah. Revitalisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup peremajaan tanaman, peningkatan kualitas budidaya, penguatan kelembagaan petani, pengembangan pascapanen, hingga membuka peluang peningkatan nilai tambah dan daya saing kakao Kolaka Utara.
Di sisi lain, pengembangan pertanian harus dilakukan melalui pendekatan ekstensifikasi, intensifikasi dan diversifikasi.
Ekstensifikasi diarahkan pada pemanfaatan lahan-lahan yang sesuai untuk pengembangan pertanian secara terencana dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Intensifikasi dilakukan melalui peningkatan produktivitas lahan yang sudah dimanfaatkan, penerapan teknologi, penggunaan sarana produksi yang tepat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan praktik pertanian yang semakin efektif dan efisien.
Sementara itu, diversifikasi menjadi bagian penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi petani. Pengembangan berbagai komoditas yang sesuai dengan potensi wilayah dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu komoditas sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi rumah tangga petani.
Karena itu, evaluasi kesesuaian lahan pertanian di Kabupaten Kolaka Utara menjadi langkah strategis. Setiap wilayah memiliki karakteristik tanah, iklim, topografi dan potensi yang berbeda. Dengan evaluasi kesesuaian lahan yang baik, pengembangan komoditas dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, sehingga investasi pertanian menjadi lebih produktif dan berkelanjutan.
Pembangunan pertanian ke depan juga harus bergerak dari sekadar mengejar produksi menuju pembangunan agribisnis yang memberikan nilai tambah kepada petani. Petani harus memiliki akses yang semakin baik terhadap teknologi, permodalan, informasi, pasar, infrastruktur pertanian, serta pendampingan.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari meningkatnya luas tanam atau jumlah produksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani.
Petani harus menjadi subjek utama pembangunan. Hasil pembangunan pertanian harus mampu memberikan pendapatan yang lebih baik, meningkatkan kualitas kehidupan keluarga petani, serta memberikan kepastian dan peluang bagi generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki masa depan.
Momentum Hari Tani Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa membangun pertanian berarti membangun masa depan daerah.
Dengan kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, penyuluh, kelompok tani dan seluruh masyarakat, Kolaka Utara dapat terus memperkuat sektor pertaniannya menjadi sektor yang produktif, inovatif, berdaya saing dan berkelanjutan.
Selamat Hari Tani Nasional 24 September 2026.
Petani kuat, pertanian maju, Kolaka Utara semakin sejahtera.
Kolaka Utara Madani, Maju, Berdaya Saing dan Berkelanjutan.
Syahlan Launu
Praktisi Pertanian Di Balosi Ponggiha



Tinggalkan Balasan