Kritisi ‘Carut-Marut’ Persoalan di Aceh Singkil, LMND Demo Tunggal dan Kirim Petisi ke Presiden
ACEH SINGKIL, TrenNews.id – Kekecewaan atas bungkamnya pemerintah memuncak. Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kabupaten Aceh Singkil menggelar aksi demonstrasi tunggal di depan pagar Kantor Bupati Aceh Singkil, Jum’at (03/10/2026).
Aksi itu bukan tanpa alasan. LMND menilai aspirasi masyarakat, pemuda dan mahasiswa selama ini hanya dianggap angin lalu oleh pemerintah daerah.
Puncaknya, LMND mengirim petisi langsung ke Presiden Prabowo Subianto. Petisi itu menjadi simbol protes keras atas carut-marut persoalan strategis di Aceh Singkil yang tak kunjung diselesaikan.
“Kami muak. Aspirasi sudah berkali-kali disampaikan, tapi tidak ada tanggapan serius. Aksi tunggal ini adalah bentuk kekecewaan mendalam kami,” tegas Ketua EK LMND Aceh Singkil, Surya Padli.
Dalam petisinya, LMND melayangkan 5 tuntutan pedas:
1. Krisis Kepemimpinan : Mendesak pemerintah mengakhiri darurat Plt di Aceh Singkil. Banyak jabatan strategis masih diisi Pelaksana Tugas tanpa kejelasan pengisian definitif.
2. Kebun Plasma : Mendesak realisasi kebun plasma 20% untuk masyarakat yang hingga kini hanya menjadi janji manis perusahaan sawit.
3. Jadup Korban Banjir : Meminta kepastian pencairan Jaminan Hidup (Jadup) Tahap II bagi korban banjir yang nasibnya terkatung-katung.
4. Negara Harus Mendengar : Mendesak negara berhenti tutup telinga terhadap aspirasi mahasiswa, pemuda dan masyarakat.
5. Bentik Tim Khusus : Mendesak pemerintah pusat membentuk tim khusus untuk membedah dan menyelesaikan persoalan kronis di Aceh Singkil.
Yang paling menohok, LMND secara terang-terangan menagih ‘hutang politik’ Presiden Prabowo.
LMND mengingatkan, Aceh Singkil adalah satu-satunya kabupaten di Provinsi Aceh yang memenangkan pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Kemenangan itu dinilai harus dibayar dengan perhatian khusus, bukan pembiaran.
“Pak Prabowo punya utang politik ke rakyat Aceh Singkil. Satu-satunya daerah yang memenangkannya di Aceh justru dibiarkan dengan segudang masalah. Ini ironi,” kritik Surya.
LMND juga mendesak Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya agar tidak menyaring informasi dan menyampaikan langsung borok persoalan Aceh Singkil ke meja Presiden.
“Kami tidak butuh petisi ini hanya jadi arsip di Istana. Yang kami butuh negara hadir. Jangan biarkan Aceh Singkil jadi anak tiri,” pungkasnya.
Pewarta : Arman Munthe



Tinggalkan Balasan