Hambali Limbong Apresiasi Kadis Disbudparpora beserta jajaran Panitia diacara pekan raya sumatera Utara ( PRSU ) ke- 50.
Medan, TrenNews.id – Pagelaran Seni Budaya Pakpak yang dibawakan Kontingen Kabupaten Dairi di panggung Open Stage Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 mendapat respons positif dari kalangan tokoh pemuda. Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Dairi beserta jajaran panitia atas suksesnya penampilan yang dinilai memukau publik Medan dan sekitarnya.
Dukungan tersebut disuarakan langsung oleh Tokoh Pemuda Sumatera Utara asal Kabupaten Dairi, Hambali Limbong, melalui pernyataan resminya kepada media dari Medan via sambungan telepon, Selasa (21/07/2026).
Strategi Konkret Promosi Budaya dan Akselerasi UMKM
Hambali Limbong menilai, partisipasi aktif Pemkab Dairi pada perhelatan akbar PRSU tahun 2026 tidak boleh dipandang sekadar pemenuhan agenda rutin tahunan. Langkah ini merupakan strategi komunikasi kebudayaan yang efektif sekaligus wahana promosi ekonomi kreatif bagi produk-produk UMKM unggulan Dairi.
“Keikutsertaan Kabupaten Dairi dalam PRSU ke-50 ini bukan sekadar memenuhi agenda pameran tahunan, melainkan menjadi strategi konkret Disbudparpora dalam memperluas jaringan pemasaran produk UMKM lokal, sekaligus memperkenalkan ragam potensi budaya dan pariwisata Dairi kepada masyarakat serta pelaku usaha lintas daerah. Pokoknya kita dukung penuh,” ujar Hambali Limbong.
Menurutnya, penampilan kebudayaan Pakpak di panggung PRSU berhasil menunjukkan identitas daerah yang megah, bersinar, dan membanggakan masyarakat Dairi di perantauan.
“Sesama suku dan sesama anak daerah, mari kita bahu-membahu serta saling mendukung demi kemajuan budaya Pakpak pada khususnya dan pembangunan Kabupaten Dairi pada umumnya.”
Tanggapan Atas Dinamika dan Ajaran Kebersamaan
Menanggapi adanya riak kekecewaan dari sejumlah oknum pegiat seni serta isu viral di media sosial terkait keterbatasan teknis durasi panggung, Hambali mengimbau seluruh pihak untuk menyikapinya secara bijak dan proporsional. Dalam perhelatan berskala masif seperti PRSU, penyesuaian lapangan serta aturan waktu tempat acara merupakan hal yang lumrah terjadi.
| Aspek Kegiatan PRSU Dairi | Sorotan & Evaluasi | Pandangan Tokoh Pemuda (Hambali Limbong) |
| Seni Budaya Pakpak | Penampilan seni di Open Stage PRSU ke-50 Medan. | Sukses, anggun, serta mengangkat harkat kebudayaan daerah. |
| Promosi UMKM | Pemasaran produk lokal Dairi di anjungan pameran. | Langkah taktis membuka akses pasar dan jaringan bisnis baru. |
| Dinamika Acara | Adanya evaluasi durasi/konsep dari pegiat seni lokal. | Hal wajar dalam event besar; tidak etis dipolitisasi atau memojokkan dinas. |
“Itu biasa, dalam tiap acara akbar pasti ada kekurangan dan kelebihan, kadang sedikit bergeser dari konsep awal akibat keterbatasan waktu dan regulasi lokasi PRSU. Namun, tidak etis jika kesalahan kecil lantas dibesar-besarkan dan mengambinghitamkan panitia atau dinas yang sudah bekerja keras. Mestinya kita apresiasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hambali mengingatkan pentingnya transparansi dan kontribusi nyata dari seluruh lembaga kemasyarakatan atau lembaga adat yang ada di Dairi agar dana hibah daerah benar-benar dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat luas. Menutup keterangannya, ia mengajak seluruh elemen pegiat seni, tokoh adat, dan pemuda di Kabupaten Dairi untuk mengedepankan dialog konstruktif dan terus bersatu demi mengangkat harkat budaya Pakpak di kancah nasional.


Tinggalkan Balasan