Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan, PalmCo Perluas Akses PSR dan Kemitraan Petani
Pekanbaru, TrenNews.id – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo terus memperkuat ekosistem sawit nasional melalui perluasan kemitraan berkelanjutan bersama petani. Langkah strategis ini mencakup penyediaan benih unggul, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pendampingan teknis, akses pembiayaan, kepastian penyerapan Tandan Buah Segar (TBS), hingga penguatan kelembagaan koperasi.
Direktur SDM dan Umum PTPN IV PalmCo, Suhendri, di Siexpo 2026 PTPN IV Regional III menegaskan bahwa kemitraan bersama petani merupakan kunci utama untuk merealisasikan ketahanan pangan, ketahanan energi, sekaligus meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global.
“Bersama petani, kita tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi sedang membangun masa depan Indonesia yang lebih mandiri,” ujar Suhendri dalam Seminar Sawit Indonesia Expo 2026 di Pekanbaru.
Hingga Mei 2026, cakupan kemitraan PalmCo telah menjangkau area seluas 52.480 hektare. PalmCo berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan tersebut demi membangun rantai pasok sawit yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Pentingnya Memangkas Gap Produktivitas
Suhendri memaparkan, penguatan kemitraan dengan petani rakyat menjadi krusial mengingat adanya potensi dinamika pasokan CPO di pasar domestik. Pemanfaatan CPO untuk mendukung kebijakan mandatori B50 serta tingginya orientasi ekspor diperkirakan berimplikasi pada penurunan pemenuhan kebutuhan domestik hingga 42 persen jika produktivitas tidak dipacu.
Saat ini, perkebunan rakyat menguasai sekitar 6,9 juta hektare lahan sawit nasional. Namun, produktivitasnya mencatatkan tren penurunan dari 3,7 ton CPO per hektare pada 2019 menjadi 3,18 ton CPO per hektare pada 2025. Angka ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan rata-rata produktivitas perkebunan negara yang mencapai 4,48 ton CPO per hektare.
“Terdapat disparitas produktivitas yang cukup signifikan, yaitu sekitar 1,3 ton CPO per hektare antara perkebunan negara dan perkebunan rakyat. Jika selisih ini dapat dipangkas melalui program peremajaan dan pendampingan yang tepat, nasional memiliki potensi tambahan produksi hingga 8,9 juta ton CPO,” ungkapnya.
Kinerja Positif Perusahaan
Perluasan program kemitraan ini didukung oleh kinerja operasional dan keuangan perusahaan yang solid. Pada tahun lalu, PalmCo mencatatkan total produksi CPO sekitar 2,7 juta ton dengan rata-rata produktivitas di seluruh area perusahaan mencapai 4,71 ton CPO per hektare.
Dari sisi keuangan, perusahaan membukukan laba bersih lebih dari Rp7 triliun dengan Return on Assets (ROA) berada di level 9,2 persen.
Kinerja positif tersebut menjadi modal kuat bagi PalmCo untuk terus mengawal percepatan program PSR dan mendorong peningkatan taraf hidup petani sawit di seluruh Indonesia.


Tinggalkan Balasan