Senin, 27 Juli 2026

PTPN IV PalmCo Raup Laba Rp3,23 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 54%

CPO Merekah! PTPN IV PalmCo Kantongi Laba Rp3,23 Triliun di Semester I 2026, Melesat 54%

Jakarta, 24 Juli 2026 – Kinerja keuangan subholding BUMN perkebunan, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo (PTPN IV PalmCo), terus menunjukkan tren pertumbuhan yang agresif. Sepanjang Semester I 2026, perusahaan berhasil mengantongi laba bersih konsolidasian (unaudited) sebesar Rp3,23 triliun, melonjak 54 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2025 .

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengungkapkan bahwa pencapaian bottom line ini sejalan dengan kenaikan pendapatan perusahaan yang menembus Rp23,41 triliun, atau tumbuh 11 persen YoY . Penjualan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) tetap menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi mencapai Rp19,36 triliun, didorong oleh tren positif volume penjualan di pasar domestik dan global .

Efisiensi dan Produktivitas Jadi Kunci

Pertumbuhan laba yang signifikan tidak hanya ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata CPO yang mencapai Rp15.034 per kilogram (naik 6% YoY), tetapi juga oleh pengendalian biaya dan peningkatan produksi yang konsisten . “Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sebesar 6 persen mampu membuahkan lonjakan laba hingga 54 persen,” ujar Jatmiko .

Dari sisi operasional, perusahaan mencatat produktivitas CPO sebesar 2,14 ton per hektare dengan tingkat rendemen kebun sendiri mencapai 23,48 persen, yang merupakan hasil dari perbaikan proses bisnis dan standardisasi kerja di pabrik kelapa sawit . Upaya efisiensi juga berhasil menekan Cash Cost komoditas sawit hingga level Rp3.707 per kilogram, menjaga margin keuntungan di tengah tekanan inflasi .

Fundamental Keuangan Semakin Kokoh

Seiring perbaikan laba, fundamental keuangan perseroan menunjukkan postur yang semakin sehat. Kinerja EBITDA tercatat menyentuh angka Rp6,05 triliun, tumbuh 29 persen YoY . Total aset perusahaan juga tumbuh 6 persen secara tahunan menjadi Rp81,57 triliun, mencerminkan tata kelola dan optimalisasi aset yang baik .

Ekspansi Pasar dan Komitmen pada Kualitas

Selain efisiensi, optimalisasi penjualan ekspor ke Tiongkok dan India turut menjadi katalis. Tercatat, dari 25 Mei hingga 8 Juli 2026, perusahaan berhasil mengekspor 129.500 ton CPO . Di luar komoditas sawit, bisnis kopi tetap berkontribusi positif dengan laba bersih Rp2,49 miliar di tengah penyesuaian jadwal panen akibat pergeseran iklim, demi menjaga kualitas specialty grade .

Memasuki sisa tahun 2026, PTPN IV PalmCo berencana mempercepat program pemupukan dan menegaskan komitmen mendukung ketahanan energi nasional, termasuk pengembangan renewable biogasoline, serta terus menggesa program peremajaan sawit rakyat . Manajemen menyatakan akan terus melakukan evaluasi operasional, penguatan manajemen risiko, dan peningkatan efisiensi untuk menjaga keberlanjutan kinerja 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini