Senin, 27 Juli 2026

PTPN IV PalmCo Tancap Gas Cetak Pemimpin Masa Depan: Inovasi Tanpa Nekat, Siap Tahan Tekanan

Sabet Ranking 2 Dunia, Dirut PTPN IV PalmCo Minta Generasi Muda Siap Hadapi Dinamika Industri Sawit

Bogor, TrenNews.id – Mengelola perusahaan perkebunan di tengah dinamika industri sawit global menuntut kesiapan sumber daya manusia yang adaptif. PTPN IV PalmCo, yang saat ini menduduki peringkat kedua dunia dari sisi rasio laba terhadap aset (ROA) dan indikator keberlanjutan (sustainability), memandang capaian tersebut sebagai pijakan awal untuk menghadapi tantangan industri yang lebih kompleks ke depannya.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menilai bahwa posisi strategis perseroan di tingkat global tidak semestinya direspons dengan berpuas diri. Sebaliknya, perusahaan perlu mempercepat proses kaderisasi untuk memastikan adanya generasi penerus yang mampu menjaga stabilitas dan memacu pertumbuhan perusahaan.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pembekalan dalam acara Next Gen Leaders Camp 2026 di Wikasatrian, Bogor, pada beberapa waktu lalu.

“Dari sisi laba terhadap aset, kita nomor dua di dunia. Ini posisi kita hari ini. Bicara kelestarian dan keberlanjutan, ranking kita juga nomor dua di dunia. Tapi kemudian kita berpikir, kalau sudah begitu mau apa lagi? Itu belum cukup, far from enough,” ujar Jatmiko di hadapan peserta.

Menurut Jatmiko, ekspektasi terhadap industri sawit nasional ke depan akan semakin berat, baik dari segi fluktuasi harga komoditas, tuntutan pasar global terhadap tata kelola lingkungan, hingga kebutuhan efisiensi operasional. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang digerakkan oleh inovasi di semua lini, sekecil apa pun skalanya.

Dalam sesi Executive Sharing tersebut, Jatmiko menggunakan pendekatan filosofis untuk menjelaskan pentingnya daya tahan (resilience) di lingkungan kerja. Ia mencontohkan proses pembentukan material di alam, di mana tekanan tinggi merupakan faktor utama yang menentukan nilai sebuah benda.

“Untuk berubah, seringkali yang paling mudah adalah dengan tekanan. Tidak ada barang bagus yang lahir tanpa tekanan. Contohnya tembaga dan berlian, tekanannya lebih besar mana? Berlian yang ukurannya kecil bisa sangat mahal karena ia dibentuk oleh tekanan ribuan derajat dan bar,” paparnya.

Lebih lanjut, Jatmiko menyoroti aspek pengambilan keputusan di tingkat operasional dan manajerial. Ia mendorong para talenta muda perseroan untuk memiliki keberanian mengeksekusi strategi, namun tetap berpegang pada manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (calculated risk). Keputusan bisnis juga harus dilandasi oleh integritas dan orientasi pada kepentingan publik atau negara.

“Apakah inovasi itu berarti nekat? Tidak. Itu namanya calculated risk, risiko yang sudah diperhitungkan. Jadi kalau kita mau melompat, selama kita dengan hati bersih untuk rakyat, kita lompat. Tapi harus dihitung, melompat jangan sampai jatuh, tidak boleh sembarangan,” tegasnya.

Pada akhirnya, Jatmiko mengingatkan bahwa kinerja positif perseroan saat ini berdampak langsung pada peningkatan ekspektasi pemangku kepentingan. Perusahaan dituntut untuk tidak sekadar mencari profit, melainkan mengemban tanggung jawab strategis bagi perekonomian nasional.

“Keberhasilan kita hari ini bukan berarti membuat kita diapresiasi untuk kemudian dibiarkan hidup tenang. Tidak. Justru kita kini dianggap dan diharapkan bisa menjadi motor penggerak dari sawit nasional,” pungkas Jatmiko.

Sebagai informasi, Next Gen Leaders Camp 2026 merupakan program penyiapan estafet kepemimpinan perseroan yang digelar selama tiga hari, sejak 16 hingga 18 Juli 2026. Agenda ini diikuti oleh insan muda pilihan PTPN IV PalmCo yang berasal dari seluruh regional di Indonesia. Selain Direktur Utama, sesi ini turut dihadiri secara langsung oleh jajaran Board of Directors lainnya, yakni Ugun Untaryo, Rury C. Baskoro, dan Arya Sandhiyudha, sebagai bentuk komitmen jajaran direksi dalam mencetak pemimpin masa depan perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini