Minggu, 26 Juli 2026

SILPA APBD Deli Serdang Tembus Rp787 Miliar, Pemuda Wasathiyah Sentil Lemahnya Perencanaan OPD

Jaya Suprada Pertanyakan SILPA Fantastis di Tengah Problem Infrastruktur dan Gaji Guru Honorer

Deli Serdang, TrenNews.id – Eksekusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Deli Serdang Tahun Anggaran 2025 memicu sorotan tajam. Pimpinan Wilayah Pemuda Wasathiyah Kabupaten Deli Serdang secara terbuka mengkritik tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Pemkab Deli Serdang yang secara akumulatif menyentuh angka fantastis, yakni sebesar Rp787.959.819.463,20 (sekitar Rp787 miliar).

Kritik mendalam ini mengemuka seiring bergulirnya pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD TA 2025 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Deli Serdang bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Deli Serdang yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli hingga 11 Agustus 2026.

Kontradiksi SILPA Rp787 Miliar di Tengah Krisis Infrastruktur dan Kesejahteraan Guru

Ketua Pemuda Wasathiyah Kabupaten Deli Serdang, Jaya Suprada, S.Pd., menilai besarnya dana yang mengendap tersebut menjadi bukti nyata lemahnya perencanaan serta tidak maksimalnya kinerja manajerial birokrasi Pemkab Deli Serdang dalam mengeksekusi program pro-rakyat.

“Besarnya SILPA ini bukan sekadar persoalan teknis angka, melainkan berkaitan langsung dengan efektivitas pemerintah daerah dalam menyusun dan menjalankan program. Pertanyaannya sederhana: apa yang tidak dikerjakan sehingga terjadi SILPA sebesar itu? Jangan nanti saat pembahasan R-APBD sibuk meminta anggaran besar,” tegas Jaya Suprada kepada wartawan, Sabtu (25/07/2026).

Jaya menyayangkan mengendapnya anggaran ratusan miliar rupiah tersebut terjadi di tengah kompleksnya persoalan mendasar warga Deli Serdang, seperti kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan, hingga minimnya alokasi APBD untuk kesejahteraan tenaga pendidik honorer dan PPPK Paruh Waktu.

“Bayangkan, sementara saat ini Kabupaten Deli Serdang menghadapi problem serius masalah infrastruktur serta gaji guru honorer dan PPPK Paruh Waktu yang tidak dialokasikan dari APBD, uang rakyat justru mengendap tak terpakai,” lugasnya.

Soroti Rincian SILPA Setdakab dan Penyerapan Rendah Bagian Perekonomian

Dalam rapat pembahasan perdana bersama Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Deli Serdang, Banggar DPRD menemukan SILPA sebesar Rp4.844.644.852 dari total pagu anggaran Rp44.268.507.277 (realisasi belanja hanya 89,05 persen).

Pemuda Wasathiyah secara khusus menyoroti Bagian Perekonomian dan SDA yang mencatatkan rekor penyerapan anggaran terendah, yakni hanya sebesar 30,08 persen.

No Unit Bagian di Lingkungan Setdakab Deli Serdang Pagu Anggaran (Rp) Realisasi Belanja (Rp) Nilai SILPA / Sisa Anggaran (Rp) Persentase Serapan
1 Bagian Umum 28.363.229.539 26.800.462.332 1.562.767.207 94,49%
2 Bagian Perekonomian dan SDA 1.293.623.489 389.175.640 904.447.849 30,08%
3 Bagian Perencanaan dan Keuangan 5.098.022.745 4.380.078.348 717.944.406 85,91%
4 Bagian Tata Pemerintahan 1.616.498.854 1.171.282.794 445.216.060 72,45%
5 Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan 1.688.444.503 1.385.039.496 303.405.007 82,03%
6 Bagian Kesejahteraan Rakyat 2.508.150.000 2.208.180.000 299.970.000 88,03%
7 Bagian Organisasi 1.352.708.839 1.073.584.924 279.123.915 79,36%
8 Bagian Pengadaan Barang dan Jasa 1.087.965.339 928.473.900 159.491.439 85,34%
9 Bagian Administrasi Pembangunan 359.213.969 251.064.000 108.149.969 69,89%
10 Bagian Hukum 900.650.000 836.150.000 64.500.000 92,83%
TOTAL SETDAKAB DELI SERDANG 44.268.507.277 39.423.491.434 4.844.644.852 89,05%

Siapkan Uji Petik dan Desak DPRD Beri Catatan Kritis

Menanggapi wacana adanya pengajuan tambahan anggaran dari sejumlah unit bagian di Setdakab, Jaya Suprada meminta DPRD untuk bersikap tegas menolak usulan tersebut sebelum dilakukan evaluasi kinerja secara menyeluruh.

“Uang Rp4,8 miliar di Sekretariat Daerah saja masih nganggur, kok malah ada rencana minta tambah lagi? Evaluasi dulu kinerjanya. Penyerapan itu tidak hanya diukur dari habisnya uang, tetapi dari kemanfaatan riil yang diterima masyarakat,” seru Jaya.

Sebagai bentuk komitmen kontrol sosial, Pemuda Wasathiyah Deli Serdang mengumumkan bakal menerjunkan tim untuk melakukan uji petik (field audit) terhadap sejumlah proyek dan kegiatan OPD yang telah terealisasi. Jika ditemukan adanya indikasi manipulasi output atau kecurangan, pihak Pemuda Wasathiyah menegaskan siap menggelar aksi unjuk rasa dan melayangkan laporan resmi ke aparat penegak hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini