Minggu, 29 Maret 2026

Proyek Irigasi Rp16 Miliar di Desa Papang Disorot, Lantai Tidak Merata Picu Air Meluap

Lantai Tidak Merata Picu Air Meluap

Ruteng, TrenNews.id – Proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Papang, Kecamatan Satar Mese, yang dikerjakan oleh PT Yola Dana Tama dengan pagu anggaran lebih dari Rp16 miliar menjadi sorotan warga. Pasalnya, ditemukan kondisi lantai dekker dan lantai akses keluar air yang tidak merata sehingga menyebabkan air meluap keluar dari saluran saat volume meningkat.

Salah satu warga Desa Papang yang juga petani, Bertus, mengaku kecewa karena proyek yang diharapkan mampu memperbaiki sistem pengairan justru belum berfungsi optimal. Ia mengatakan, masyarakat sudah lama menunggu pembangunan irigasi tersebut karena akses air ke sawah sering terputus, terutama saat musim hujan.

“Setelah dikerjakan, ternyata lantai dekker dan lantai akses keluar air tidak merata. Ketika volume air besar, air langsung meluap keluar dari saluran,” ujar Bertus kepada TrenNews.id, Sabtu (28/3).

Menurutnya, kondisi itu membuat aliran air menjadi tidak stabil. Akibatnya, sebagian lahan pertanian mengalami kelebihan air sementara sebagian lainnya kekurangan pasokan. Selain itu, genangan air juga kerap terjadi di jalan sekitar lokasi sehingga mengganggu aktivitas warga.

Sementara itu, perwakilan PT Yola Dana Tama, Azmi, menyatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan pihaknya telah sesuai dengan instruksi dari direksi perusahaan serta Konsultan Supervisi yang menangani proyek tersebut.

“Yang kami kerjakan sudah sesuai dengan instruksi direksi dan Konsultan Supervisi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi pihak pemilik proyek,” jelas Azmi.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci karena sedang memiliki urusan di kampungnya.

Masyarakat Desa Papang berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi saluran irigasi tersebut serta mengambil langkah perbaikan agar proyek yang menelan anggaran besar itu benar-benar memberi manfaat bagi petani dan warga setempat. (Kordianus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini