Jumat, 5 Juni 2026

Kolaka Utara Wakili Sultra dalam Gerakan Tanam Serentak Kakao Nasional, Siapkan Hilirisasi 8.200 Hektare

Foto bersama usai melaksanakan penanaman Kakao di Kelurahan Lasusua

Lasusua, TrenNews.id – Kabupaten Kolaka Utara menjadi wakil Sulawesi Tenggara dalam Gerakan Tanam Serentak Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao yang digelar secara nasional oleh Kementerian Pertanian, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Lasusua, Kecamatan Lasusua, tersebut dilaksanakan secara daring dan terhubung langsung dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Gerakan tanam serentak ini merupakan tindak lanjut Surat Kementerian Pertanian Nomor B-799/TU.010/E/06/2026 tentang Tanam Serentak Program Hilirisasi Perkebunan.

Kegiatan dihadiri Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, MH anggota DPRD, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, Kamal Mustafa, mengatakan daerahnya menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan kakao nasional dengan target pengembangan seluas sekitar 8.200 hektare yang tersebar di 15 kecamatan.

Menurut Kamal, seluruh tahapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) telah rampung pada 2025. Saat ini program memasuki tahap pembibitan sebelum penanaman dilakukan secara bertahap mulai Agustus 2026.

“Pembibitan sudah berjalan. Selanjutnya akan dilakukan sambung pucuk dan penanaman direncanakan mulai Agustus 2026. Kami menargetkan seluruh proses penanaman dapat dituntaskan hingga akhir tahun,” ujar Kamal.

Ia menjelaskan, lokasi pembibitan yang dikelola pihak ketiga tidak hanya berada di Kolaka Utara, tetapi juga di Kabupaten Kolaka Timur dan Konawe Selatan. Bibit yang dihasilkan akan digunakan untuk mendukung program peremajaan dan pengembangan kakao di wilayah sasaran.

Program hilirisasi kakao di Kolaka Utara didukung anggaran sekitar Rp110,98 miliar yang bersumber dari Belanja Tambahan (BTT) Kementerian Pertanian Tahun 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan perluasan dan peremajaan tanaman kakao.

“Program ini menjadi salah satu intervensi terbesar yang pernah diterima sektor perkebunan Kolaka Utara. Karena itu kami berharap seluruh pihak ikut mengawal pelaksanaannya agar tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung kepada petani,” katanya.

Selain kakao, Kolaka Utara juga memperoleh dukungan pengembangan komoditas perkebunan lainnya. Untuk komoditas kelapa dalam dialokasikan anggaran sekitar Rp16,97 miliar, sedangkan pengembangan pala mendapat dukungan anggaran sekitar Rp1,97 miliar.

Program hilirisasi kakao merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat mendukung Asta Cita Presiden RI periode 2024–2029, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan petani, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan ekspor.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas kebun rakyat, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri pengolahan kakao di daerah sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat setempat.

(Sumber: Diskominfo Kolut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini