Proyek Rp1,7 Miliar, BPK : Program Tak Optimal, Seragam Tak Sesuai Ukuran di 16 Sekolah
Aceh Singkil, TrenNews.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali temukan masalah pada pengadaan bantuan seragam sekolah untuk siswa korban banjir di Aceh Singkil. Selain indikasi kelebihan bayar ratusan juta, BPK juga mencatat pada belasan sekolah seragam yang sampai tidak sesuai kebutuhan siswa.
Temuan itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD Aceh Singkil TA 2025. BPK mengkonfirmasi ke 41 sekolah penerima bantuan dengan hasil sebanyak 16 sekolah menyatakan seragam yang diterima tidak sesuai ukuran siswa penerima. Selain itu, ada sekolah yang mengaku bantuannya belum lengkap dan jumlahnya tidak sesuai data siswa terdampak banjir yang sudah diusulkan.
Temuan itu menjadi perhatian lantaran dana bantuan tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang peruntukannya untuk kebutuhan darurat korban bencana.
Bukan hanya persoalan ukuran, auditor juga menemukan indikasi kelebihan bayar dengan jumlah fantastis dalam pengadaan itu, mencapai Rp687.556.748,65 dari total anggaran Rp1,7 Milir.
Dalam pengadaan itu, BPK menemukan petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hanya cek jumlah koli di gudang. Isi paket, ukuran, dan kesesuaian dengan kontrak tidak dicek secara detail. Akibatnya, masalah baru ketahuan setelah BPK konfirmasi langsung ke sekolah.
Atas temuan itu, BPK menyimpulkan bantuan pemerintah tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan siswa korban banjir di daerah itu. Akibatnya, tujuan pemberian bantuan darurat jadi tidak tercapai secara optimal. Kondisi ini juga menunjukkan lemahnya pengendalian pengadaan barang dan jasa oleh pihak terkait.
BPK minta Bupati Aceh Singkil perintahkan Kadisdikbud memperkuat pengawasan sejak perencanaan, pengadaan, pemeriksaan, sampai distribusi. Tujuannya agar bantuan benar-benar sesuai kebutuhan penerima.
Dalam laporannya, BPK mencatat kelebihan bayar ratusan juta tersebut telah disetorkan kembali ke kas daerah.
Pewarta : Arman Munthe


Tinggalkan Balasan