Suara Walet Menggema Ditengah Malam: Usaha Jalan, Ketenangan Warga Diabaikan
TrenNews.id – Memutar suara pemancing burung walet dari bangunan sarang walet dengan volume keras, terlebih pada malam hari, bukan lagi sekadar persoalan usaha. Ketika suara tersebut masuk ke rumah-rumah warga dan mengganggu waktu istirahat, muncul pertanyaan serius: di mana rasa menghargai kenyamanan masyarakat sekitar?
Apakah pemilik bangunan walet tidak memahami aturan ketertiban umum, atau sudah mengetahui tetapi memilih untuk tidak peduli terhadap dampaknya bagi orang lain?
Masyarakat tentu tidak melarang seseorang menjalankan usaha. Namun, kebebasan menjalankan usaha bukan berarti bebas mengganggu ketenangan lingkungan.
Ada warga yang harus bekerja pada pagi hari. Ada anak-anak yang membutuhkan waktu istirahat. Ada orang lanjut usia yang membutuhkan suasana tenang. Dan ada masyarakat yang hanya ingin menikmati malam tanpa harus mendengar suara keras yang terus-menerus.
Kalau usaha harus berjalan, lingkungan juga harus tetap nyaman.
Jangan sampai suara walet menjadi lebih keras daripada suara keberatan masyarakat.
Pertanyaannya sekarang: siapa yang harus bertindak ketika ketenangan warga terusik, pemilik usaha, pemerintah desa/kelurahan, Satpol PP, atau menunggu sampai persoalan ini menjadi konflik antarwarga?
Ketertiban umum bukan hanya tulisan dalam peraturan. Ia harus hadir dan dirasakan oleh masyarakat.



Tinggalkan Balasan