Gejolak Harga Pangan Fluktuatif, Kemendagri Undang Kepala Daerah Bahas Inflasi Jelang Iduladha
Lasusua, TrenNews.id – Lonjakan harga cabai rawit mulai memantik kewaspadaan pemerintah jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pemerintah pusat pun bergerak cepat dengan menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan rapat teknis sidak pasar menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Senin (18/5/2026).
Rakor nasional yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting itu diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia, termasuk Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara. Dari Pemda Kolaka Utara, hadir Sekretaris Daerah H. Muhammad Idrus bersama jajaran terkait, yakni Dinas Perdagangan, Kabag Ekonomi, Dinas Perikanan, serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Perhatian utama dalam rakor tersebut tertuju pada gejolak harga pangan di sejumlah daerah. Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) pekan kedua Mei 2026, Kabupaten Kolaka Utara mencatat angka 0,04.
Komoditas yang memberi andil terbesar terhadap perubahan IPH yakni bawang merah sebesar 0,161, minyak goreng 0,0987, dan daging ayam ras 0,091. Sementara itu, cabai rawit tercatat sebagai komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi.
Rapat koordinasi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber strategis, di antaranya Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kepala Staf Kepresidenan, Kementerian Pertanian, Panglima TNI, Jamdatun, Perum Bulog, Kementerian Perdagangan hingga BPJPH.
Dalam arahannya, pemerintah pusat meminta seluruh daerah memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui pemantauan harga pasar, pengamanan distribusi pangan, serta kesiapan menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memaparkan kondisi pergerakan harga di wilayah masing-masing, termasuk kendala dan langkah konkret yang telah dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Sekretaris Daerah Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, mengatakan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui TPID akan melakukan operasi pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok, khususnya pangan, tidak bergejolak dan tidak menjadi beban bagi masyarakat menjelang Iduladha,” ujarnya.
Sumber: Diskominfo Kolut)



Tinggalkan Balasan