GP Al Washliyah Kembali “Mengetuk Pintu Langit”, Doakan Pemimpin dan Keselamatan Indonesia
Jakarta, TrenNews.id – Gerakan Pemuda Al Washliyah (GP Al Washliyah) menggelar kegiatan “GP Al Washliyah Bershalawat untuk Negeri” dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah/2026 Masehi pada 29 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Al Washliyah, H. Aminullah Siagian, kawasan Condet, Jakarta Timur, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan semangat kebangsaan melalui shalawat, dzikir dan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mengusung tema “Mengetuk Pintu Langit, Bermunajat Kepada Allah SWT, untuk Pemimpin Bangsa Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia – H. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka”, kegiatan diisi dengan rangkaian shalawat, tausiyah, dzikir dan doa bersama.
Kegiatan tersebut menjadi refleksi spiritual GP Al Washliyah bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan tidak hanya melalui ibadah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persatuan, kehidupan kebangsaan dan masa depan Indonesia.
Doa untuk Prabowo-Gibran dan Pemimpin Bangsa
Dalam rangkaian doa bersama, GP Al Washliyah secara khusus mendoakan Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka.
Doa dipanjatkan agar keduanya senantiasa memperoleh kesehatan, kekuatan, petunjuk serta perlindungan dari Allah SWT dalam menjalankan amanah memimpin bangsa Indonesia.
Doa juga ditujukan kepada Wakil Ketua DPR RI Prof. H. Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Dr. H. Sugiat Santoso, M.AP., serta Ketua Umum PP GP Al Washliyah H. Aminullah Siagian.
Mereka didoakan agar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
“Melalui shalawat dan doa bersama ini, kita mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah SWT agar para pemimpin negeri diberikan petunjuk dalam menjalankan amanah, dijauhkan dari segala bentuk fitnah dan marabahaya, serta senantiasa diberi kekuatan untuk membawa Indonesia menuju kehidupan yang adil, aman, damai dan sejahtera,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Maulid Nabi Jadi Momentum Perbaikan Akhlak
Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Ust. Dr. M. Daud Sagita Putra, S.S.Ag., Gr.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Peringatan Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, mempererat persaudaraan serta meningkatkan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dinilai tetap relevan dalam kehidupan bangsa saat ini. Sikap amanah, keadilan, persaudaraan, kepedulian dan keteladanan menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui momentum tersebut, GP Al Washliyah juga mendorong generasi muda agar tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persatuan dan masa depan bangsa.
H. Aminullah Siagian Tekankan Persatuan Anak Bangsa
Ketua Umum PP GP Al Washliyah, H. Aminullah Siagian, dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.
Menurutnya, persatuan tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab mereka yang memegang jabatan. Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keutuhan bangsa.
“Tetap menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, baik yang punya jabatan ataupun tidak punya jabatan,” pesan Aminullah Siagian.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan GP Al Washliyah Bershalawat untuk Negeri.
Menurutnya, perbedaan posisi, profesi maupun status sosial tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah. Sebaliknya, seluruh anak bangsa harus membangun kebersamaan dan menjaga persaudaraan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Shalawat sebagai Ikhtiar Spiritual untuk Negeri
GP Al Washliyah menegaskan bahwa kegiatan bershalawat untuk negeri merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan keberkahan Allah SWT bagi Indonesia.
Doa untuk para pemimpin juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar para pemegang amanah negara diberikan kemampuan menjalankan tugas dengan penuh kebijaksanaan, keadilan dan tanggung jawab.
Di tengah berbagai dinamika kehidupan bangsa, doa dan ikhtiar spiritual dinilai dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan serta menghindari berbagai bentuk perpecahan.
GP Al Washliyah berharap Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan kedamaian, keamanan, persatuan dan kesejahteraan.
Perkuat Komitmen Kebangsaan
Kegiatan “GP Al Washliyah Bershalawat untuk Negeri” memperlihatkan bagaimana momentum keagamaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan membaca shalawat, tetapi juga diterjemahkan melalui upaya membangun akhlak, memperkuat persaudaraan dan menjaga kehidupan bangsa agar tetap berada dalam semangat persatuan.
Bagi GP Al Washliyah, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan kehidupan kebangsaan. Karena itu, semangat religius dan nasionalisme perlu berjalan beriringan.
Dengan menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai inspirasi, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa sekaligus berkontribusi dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, keamanan dan keberkahan.
Doa juga dipanjatkan agar para pemimpin bangsa diberikan kesehatan, petunjuk dan kemampuan untuk menjalankan amanah dengan penuh keadilan dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, GP Al Washliyah kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta terus menghadirkan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Tinggalkan Balasan