Jumat, 3 Juli 2026

Kembalikan Amplop Liar, Jaga Kejujuran: Sikap Raja Juli yang Patut Diteladani

Jakarta, TrenNews.id – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby, Sekretaris Daerah Zulkarnain, serta Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant Ardileh pada 29 Juni 2026.

Selain kinerja KPK, PP HIMMAH juga memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang mengembalikan amplop diduga berisi uang yang ditinggalkan Bupati Kuansing saat beraudiensi di Kantor Kementerian Kehutanan pada 2 Juni 2026.

“Kami sangat mengapresiasi sikap kesatria Menteri Raja Juli Antoni, yang tetap konsisten menolak segala bentuk suap,” tegas Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Razak juga menegaskan agar masyarakat tidak terpancing narasi liar yang menyebutkan keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus tersebut.

“Sudah jelas Bapak Menteri secara rinci memberikan klarifikasi terbuka atas tuduhan itu,” ujar Razak.

Razak menambahkan, justru sikap Menteri Raja Juli Antoni membuktikan bahwa ia berdiri tegak di jalur kebenaran. Ia bukan pihak yang terlibat, melainkan saksi sekaligus pihak yang tegas menolak upaya penyogokan sejak awal.

“Jangan sampai kejujuran dan ketegasan seorang pejabat justru dijadikan bahan tuduhan tanpa bukti. Itu sangat merugikan dan berpotensi meredupkan semangat pejabat lain yang ingin bersih,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, mahasiswa, serta pengelola media sosial untuk berhenti menyebarkan dugaan tak berdasar. Perkuat fakta yang sudah terungkap, dan biarkan KPK menuntaskan pemeriksaan terhadap pihak yang benar-benar tersangkut.

“Jangan biarkan isu melenceng membuat penegakan hukum terganggu. Mari kita jaga ketertiban informasi dan dukung upaya pemberantasan korupsi yang bersih dan adil,” ajaknya.

 

Selain itu, ia juga salut dengan sikap Menhut Raja Juli yang tidak diam saja, melainkan segera melaporkan dan mempublikasikan kejadian tersebut agar tidak menjadi bahan spekulasi berkepanjangan. Sikap ini pantas menjadi teladan bagi seluruh pejabat negara dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kami berharap semangat integritas ini terus dijaga. PP HIMMAH siap menjadi pengawal agar kebenaran tetap tegak, dan narasi kebohongan segera padam,” pungkas Razak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini