PP HIMMAH: Dukung Penuh Polri Bongkar Korupsi Batu Bara Pltu Rugikan Negara Rp5 Triliun
Jakarta, TrenNews.id – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) menyatakan dukungan tegas terhadap langkah Kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas kasus mega korupsi dan pencucian uang pasokan batu bara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) periode 2018–2026, yang diduga merugikan negara hingga Rp5 triliun.
Dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (9/7/2026), Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution menegaskan kerugian luar biasa ini juga disinyalir memicu pemadaman total di Pulau Sumatera serta gangguan aliran listrik di berbagai daerah.
“Langkah Polri sudah sangat tepat. Kami dukung sepenuhnya pengusutan yang sedang dilakukan Tim Bareskrim Polri,” ujar Razak.
Tak hanya pernyataan, PP HIMMAH siap turun langsung ke lapangan, “Dalam waktu dekat kami gelar aksi besar-besaran ke kantor pusat PT PLN dan Mabes Polri. Ini bentuk dukungan nyata agar kasus ini diusut sampai ke akar-akarnya,” jelasnya.
Menurut Razak, kejahatan ini terencana, tersistemik, dan berlangsung hampir delapan tahun tanpa terungkap. Oleh karena itu ia meminta agar dilakukannya pemeriksaan menyeluruh hingga menyeret aktor intelektualnya.
“Telusuri dan seret semua pihak: jajaran PT PLN, PT ASABRI, anak perusahaan, pemasok, oknum surveyor, hingga dugaan keterlibatan oknum Jampidsus Febrie Adeiansyah. Jangan lupa, temukan dan seret juga aktor intelektual di balik layar!,” tegas Razak
Akibat ulah segelintir orang, pasokan bahan bakar terganggu dan memicu pemadaman meluas di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, hingga sebagian Jabodetabek.
“Ini pengkhianatan nyata! Memanfaatkan perusahaan negara bertahun-tahun hanya demi kantong keuntungan pribadi dan kelompok. Harus di berikan hukuman yang seberat-beratnya tak boleh dibiarkan begitu saja,” cetus Razak berapi-api.
Ia mengingatkan, energi adalah hak dasar seluruh rakyat. Setiap penyelewengan di sektor ini melukai hajat hidup jutaan orang.
“Keadilan mutlak harus ditegakkan demi rakyat dan kemajuan bangsa. Kami pantau terus, dan pastikan tak ada satu pun yang lolos dari jerat hukum,” pungkasnya tegas.


Tinggalkan Balasan