Kamis, 19 Maret 2026

Bawaslu Bali Terima Kunjungan Tim Peneliti UIN Bandung Bahas Komunikasi Politik Pilkada

Keterangan Foto: Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna (kiri), berjabat tangan dengan Ketua Tim Peneliti LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahi M. Hikmat, M.Si. (kanan), usai penyerahan buku hasil penelitian bertema komunikasi politik di Kantor Bawaslu Bali, Senin (7/7/2025).

Denpasar, TrenNews.id – Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menerima kunjungan Tim Peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Senin (7/7), di Kantor Bawaslu Bali. Kunjungan ini merupakan bagian dari riset bertajuk “Komparasi Komunikasi Politik dalam Pilkada Langsung dan Pilkada Perwakilan Menuju Demokrasi yang Berkualitas.”

Tim peneliti yang hadir terdiri dari Prof. Dr. H. Mahi M. Hikmat, M.Si. sebagai ketua tim, serta Prof. Dr. H. Agus Salim Mansyur, M.Pd. sebagai anggota. Riset ini bertujuan menganalisis pola komunikasi politik dalam dua model pemilihan kepala daerah dan mengidentifikasi faktor pendukung demokrasi yang sehat.

Prof. Mahi menjelaskan, Bali dipilih sebagai lokasi riset karena dinilai berhasil menyelenggarakan pilkada tanpa sengketa hingga ke Mahkamah Konstitusi. “Kami ingin tahu apa yang membuat Pilkada di Bali bisa berjalan sangat mulus,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Bali menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai penelitian ini penting sebagai upaya memperkuat pemahaman atas dinamika komunikasi politik yang mendukung kualitas demokrasi. “Ini menjadi masukan yang bernilai bagi penyelenggara, peserta, maupun masyarakat dalam membangun proses demokrasi yang lebih baik,” kata Suguna.

Ia juga memaparkan dua faktor utama yang menjaga kondusivitas Pilkada di Bali. Pertama, budaya politik masyarakat Bali yang menjunjung harmoni dan nilai-nilai lokal seperti tatas, tetes, tat twam asi, paras-paros, menyama braya, dan salunglung sabayantaka. Nilai-nilai ini dinilai membentuk sikap politik yang santun dan menjauhkan konflik.

Kedua, upaya pencegahan yang konsisten dilakukan Bawaslu Bali sejak awal tahapan. “Kami aktif melakukan mitigasi dini, koordinasi lintas pihak, serta imbauan kepada KPU dan tim sukses pasangan calon,” ujarnya.

Diskusi juga membahas tantangan Pilkada di Bali, termasuk tumpang tindih agenda nasional yang berbarengan dengan tahapan pilkada. “Ini menuntut ekstra fokus agar semua tahapan tetap berjalan lancar,” ungkap Suguna.

Ia juga menyoroti tantangan akibat regulasi yang kerap berubah di tengah tahapan berlangsung. “Seringkali perubahan aturan menyulitkan pelaksanaan teknis di daerah,” tambahnya.

Rangkaian riset Tim LP2M UIN Bandung di Bali akan dilanjutkan dengan pengumpulan data dan wawancara terhadap berbagai pihak. Hasilnya diharapkan menjadi referensi dalam merumuskan sistem Pilkada yang lebih demokratis dan adaptif di masa mendatang.

 

 

Pewarta: Andi

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini