Kanda-Kandae di Tolandona Sempat Ricuh Saat Joget, Polisi Amankan Seorang Pemuda
Tolandona, TrenNews.id – Pesta adat Kanda–Kandae yang digelar masyarakat Desa Tolandona, Kabupaten Buton Tengah, berlangsung meriah namun sempat diwarnai kericuhan saat malam puncak acara joget. Insiden terjadi ketika dua pemuda terlibat cekcok setelah saling bersenggolan di tengah keramaian, yang kemudian berujung pada perkelahian.
Dari pantauan TrenNews.id, peristiwa tersebut terjadi saat sejumlah warga sedang berjoget di lokasi acara. Salah seorang pemuda yang sedang berjoget diduga menyenggol pemuda lain di sampingnya. Situasi sempat memanas hingga keduanya terlibat baku pukul, sehingga panitia menghentikan sementara kegiatan joget.
Petugas kepolisian yang berada di lokasi langsung mengamankan salah satu pemuda yang terlibat keributan guna mencegah situasi semakin meluas. Setelah kondisi kembali kondusif, kegiatan acara kembali dilanjutkan.
Salah satu anggota panitia, Jahariddin, mengatakan pihak panitia sebenarnya berharap masyarakat tetap menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Ia menegaskan bahwa panitia berupaya menggelar kegiatan tersebut dengan suasana aman dan damai.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan menjaga suasana damai. Acara joget ini kami laksanakan agar bisa berlangsung sampai pagi dengan tertib,” ujarnya saat ditemui TrenNews.id.
Jahariddin juga menjelaskan bahwa masyarakat Tolandona berharap kegiatan joget yang menjadi bagian dari tradisi tahunan setelah Lebaran tersebut tetap bisa dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.
“Kami masyarakat Tolandona berharap acara ini bisa terus ada ke depannya, dan semoga tidak dilarang, karena ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga,” tambahnya.
Sementara itu, Stela, seorang waria asal Kota Baubau yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengaku senang bisa datang ke Desa Tolandona bersama teman-temannya untuk menghadiri acara tersebut.
“Saya bersama teman-teman sangat senang datang ke Tolandona untuk menghadiri acara joget ini. Kegiatan ini biasanya digelar setiap tahun setelah Lebaran sebagai ajang silaturahmi masyarakat,” ujarnya.
Meski sempat terjadi kericuhan, acara malam puncak Kanda–Kandae di Tolandona tetap berlangsung dan diharapkan dapat terus menjadi tradisi yang mempererat kebersamaan masyarakat. (NANDAR)


Tinggalkan Balasan